THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Gubernur Kaltim Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Persatuan di Momentum Iduladha
Editor Kaltimfact, 05/28/2026
Samarinda

Momentum sakral perayaan Hari Raya Iduladha menjadi panggung penting bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, untuk menyampaikan pesan strategis mengenai masa depan Benua Etam. Di hadapan ribuan jemaah yang memadati Masjid Raya Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda pada Rabu (27/5/2026) pagi, ia menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara masyarakat dan jajaran eksekutif guna menghadapi tantangan pembangunan wilayah yang kian kompleks.
Dalam penyampaiannya usai menunaikan ibadah salat Id bersama unsur pimpinan daerah, Rudy Mas’ud secara terbuka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kembali tali silaturahmi, kerukunan, serta nilai-nilai toleransi antarumat beragama. Menurut pandangannya, sebuah struktur roda pemerintahan tidak akan pernah mampu berjalan optimal dalam memikul tanggung jawab pembangunan yang begitu besar jika dibiarkan melangkah sendirian tanpa adanya sokongan nyata secara berkala dari seluruh elemen rakyat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk bahu-bahu menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan daerah yang kita cintai ini," tutur Rudy dengan nada optimistis di hadapan awak media. "Pemimpin-pemimpin di daerah jangan pernah dibiarkan berjuang sendiri menghadapi dinamika, melainkan harus kita kawal bersama-sama demi kemajuan kolektif di masa depan."
Pernyataan lugas dari orang nomor satu di Kalimantan Timur ini tentu berdasar pada realitas transisi yang sedang berlangsung di lapangan. Provinsi Kalimantan Timur saat ini sedang berada dalam fase paling krusial sepanjang sejarah berdirinya daerah tersebut. Wilayah ini resmi menjadi pusat perhatian nasional bahkan internasional seiring dengan akselerasi masif dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pergeseran pusat pemerintahan baru ini membawa dampak sosial, kultural, serta perputaran ekonomi yang luar biasa besar bagi wilayah-wilayah penyangga di sekitarnya.
Pemerintah daerah menyadari bahwa akselerasi pembangunan fisik di kawasan IKN harus diimbangi dengan kesiapan mental dan sosial masyarakat tempatan. Oleh karena itu, sinergi lintas sektoral antara tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan generasi muda menjadi kunci utama agar tidak terjadi ketimpangan sosial atau marginalisasi warga lokal di tengah derasnya arus modernisasi modern yang masuk ke Kalimantan Timur.
Menyikapi arus urbanisasi pendatang serta asimilasi budaya yang diprediksi kian deras mengalir ke Kalimantan Timur, Rudy menilai bahwa tingkat keberagaman suku, adat, dan agama yang melekat kuat pada identitas Benua Etam justru harus dijadikan tameng utama. Kemajemukan ini tidak boleh dipandang sebagai celah memicu pergesekan sosial, melainkan wajib dikelola sebagai modal sosial yang kokoh demi memastikan iklim daerah tetap kondusif, aman, dan damai selama proses transisi makro ini berjalan.
Ia juga menambahkan bahwa elemen masyarakat memiliki peran sentral sebagai kontrol sosial guna menjaga arah kebijakan agar tetap berjalan seirama dengan pemenuhan hak-hak publik. Pengawasan yang konstruktif dan partisipasi aktif warga menjadi instrumen penting agar keadilan ekonomi dapat tegak beriringan dengan megahnya proyek infrastruktur yang sedang dikebut oleh pemerintah pusat maupun daerah.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS