THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Sentimen Danantara Mulai Bergulir Juni 2026, Begini Kondisi Pasar Saham dan Kurs Rupiah Terkini
Editor Kaltimfact, 05/27/2026
Nasional

Dinamika baru tengah menyelimuti lanskap perekonomian Indonesia menjelang pertengahan tahun 2026. Pemerintah bersiap meluncurkan fase uji coba kebijakan strategis yang mewajibkan seluruh aktivitas ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) dikelola melalui satu pintu. Badan yang ditunjuk untuk mengawal agenda besar ini adalah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), sebuah lembaga baru di bawah payung BUMN yang dibentuk khusus untuk memperkuat tata kelola perdagangan nasional.
Berdasarkan perkembangan terbaru, masa transisi atau uji coba sistem pelaporan ekspor satu pintu ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Selanjutnya, pemerintah menargetkan implementasi penuh (full implementation) berjalan efektif pada 1 Januari 2027. Kebijakan ini dirancang untuk mengonsolidasikan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, batu bara, dan besi agar memiliki daya tawar yang lebih kuat di pasar global sekaligus meminimalisasi potensi pelarian devisa.

Namun, pergerakan instrumen keuangan di dalam negeri justru memperlihatkan respons yang berlawanan arah. Sepanjang periode berjalan dari awal Januari hingga akhir Mei 2026, arus modal keluar dari investor luar negeri (net foreign sell) di pasar reguler Bursa Efek Indonesia tercatat telah menembus angka Rp56,46 triliun. Aksi jual yang cukup masif ini turut memberikan tekanan langsung pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar mata uang domestik.
Hingga pertengahan minggu ini, tepatnya per tanggal 26 Mei 2026, posisi nilai tukar rupiah terpantau bertengger di kisaran Rp17.835 per dolar Amerika Serikat berdasarkan fluktuasi pasar finansial global. Pelemahan ini terjadi di tengah berbagai upaya intervensi pasar yang terus dilakukan oleh otoritas moneter, termasuk melalui penyesuaian suku bunga acuan (BI-Rate) dan pembelian obligasi di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Di sisi lain, narasi mengenai ketertarikan dana abadi global (Sovereign Wealth Fund) terhadap komoditas Indonesia kembali mengemuka. Salah satunya melibatkan Government Pension Fund Global milik Norwegia, yang dikenal aktif mengalokasikan investasi jangka panjang pada sektor-sektor strategis dunia. Meskipun aliran modal portofolio jangka pendek di pasar saham domestik sedang mengalami tekanan dari aksi ambil untung investor asing, investasi langsung pada sektor riil komoditas Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik tersendiri. Kondisi ini dipicu oleh kebutuhan industri global terhadap bahan baku berkelanjutan yang diproduksi oleh Indonesia.
Langkah penataan ekspor melalui Danantara diharapkan mampu menjadi jangkar baru bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang. Ketika sistem satu pintu ini berjalan optimal, pemerintah optimistis pengawasan terhadap penerimaan negara dan pemantauan devisa hasil ekspor akan menjadi jauh lebih transparan.
Transparansi dan kepastian hukum inilah yang nantinya diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan investor global, sehingga arus modal kembali masuk ke pasar keuangan dalam negeri dan membantu memperkokoh posisi nilai tukar rupiah di masa mendatang.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS