KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Antisipasi Kemarau Panjang, Pemprov Kaltim Siapkan Siasat Jaga Produksi

Dimas Samosir, 06/11/2026

Samarinda

Image

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) bergerak cepat menyusun langkah taktis guna meredam dampak buruk fenomena El Nino yang mulai membayangi sejumlah wilayah di Indonesia pada pertengahan tahun 2026 ini. Langkah antisipasi ini diambil demi memastikan pasokan komoditas pangan dan hortikultura di Bumi Etam tetap stabil dan tidak terganggu oleh ancaman kekeringan.

Berdasarkan perkembangan situasi dan validasi data terkini di lapangan, wilayah Kalimantan Timur saat ini sebenarnya berada dalam kondisi transisi yang cukup unik. Di saat beberapa provinsi lain di Indonesia sudah mulai mengeluhkan berkurangnya curah hujan secara drastis, intensitas hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur terpantau masih relatif fluktuatif namun cenderung kondusif untuk mendukung aktivitas pertanian tanaman pangan.

Kepala DPTPH Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan meteorologi, Indonesia memang secara umum telah memasuki periode musim kemarau yang dipengaruhi oleh anomali iklim El Nino. Menurut prediksi iklim terbaru, puncak dari gelombang panas dan penurunan curah hujan ini diperkirakan akan terjadi sekitar bulan Agustus mendatang. Kendati demikian, ia mengaku bersyukur karena wilayah Kaltim belum terpapar dampak ekstrem.

"Sekranag kita mulai memasuki musim kemarau dan puncaknya diperkirakan sekitar bulan Agustus. Namun, kita bersyukur Kalimantan Timur tidak mengalami kemarau yang terlalu ekstrem. Meskipun beberapa daerah sudah mulai kering, di Kaltim masih sering terjadi hujan dan kondisi cuaca masih cukup mendukung,"

ungkap Fahmi saat dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya pada Kamis (11/6/2026).

Adanya hujan lokal yang masih sesekali turun ini dinilai sebagai momentum emas atau window of opportunity bagi para petani lokal. Sektor tanaman hortikultura, seperti cabai, bawang, dan sayur-sayuran, serta tanaman pangan utama, harus memanfaatkan ketersediaan air yang ada untuk menggenjot proses penanaman sebelum tanah benar-benar mengeras akibat kehilangan kelembapan pada puncak kemarau nanti. Kondisi curah hujan yang masih ada ini sangat membantu meminimalkan kendala awal pada fase vegetatif tanaman.

Kendati situasi di Kalimantan Timur saat ini masih terbilang aman dan bersahabat bagi sektor pertanian, DPTPH Kaltim secara tegas mengimbau seluruh kelompok tani agar tidak lengah atau bersikap meremehkan potensi risiko ke depan. Fahmi menekankan bahwa manajemen risiko harus dimulai sejak dini melalui pengelolaan sumber daya air yang disiplin dan terstruktur.

Salah satu program utama yang kini tengah digencarkan oleh pemerintah daerah adalah gerakan penampungan air hujan secara massal di area persawahan dan perkebunan. Petani diminta memaksimalkan fungsi embung, tandon, maupun sumur resapan yang ada sebagai cadangan darurat. Ketika intensitas hujan mulai menurun total dalam beberapa bulan ke depan, cadangan air inilah yang akan menjadi penyelamat utama tanaman agar tidak mengalami gagal panen (puso). Pengelolaan air yang bijak menjadi benteng pertahanan krusial bagi keberlangsungan produktivitas tani.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS