THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Eks Wamenlu Desak Istana Percepat Akreditasi 17 Duta Besar Asing
Editor Kaltimfact, 06/03/2026
Politik

Jagat diplomasi tanah air tengah dihangatkan oleh sorotan tajam dari diplomat senior sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal. Melalui pernyataan terbuka di akun media sosial resminya pada awal Juni 2026, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini mengungkapkan bahwa sebanyak 17 calon duta besar (Dubes) negara sahabat saat ini tertahan di Jakarta dan belum bisa menjalankan tugas kedutaan secara resmi. Penyebab utamanya adalah belasan perwakilan diplomatik tersebut belum mendapatkan jadwal resmi untuk menyerahkan dokumen krusial, yaitu Surat Kepercayaan (Credentials), kepada Presiden Prabowo Subianto.
Tanpa adanya prosesi formal tersebut, secara hukum internasional dan tata krama korps diplomatik, para calon duta besar ini tidak diperkenankan melakukan aktivitas diplomatik penuh, membuka kantor secara resmi, ataupun menghadiri agenda kenegaraan yang mengikat.
Menunggu hingga Lebih dari Setengah Tahun Dalam keterangan yang dibagikannya, Dino Patti Djalal menyebutkan bahwa masa tunggu yang dialami oleh para diplomat asing ini sudah melampaui batas kewajaran prosedur birokrasi internasional. Beberapa di antara mereka dilaporkan telah berada di Jakarta selama berbulan-bulan tanpa kejelasan tanggal seremoni.
"Saya dapat info bahwa ada 17 calon Dubes asing yang sudah tiba di Jakarta, tapi sampai sekarang masih menunggu waktu untuk memberikan surat kepercayaan kepada Presiden. Dari mereka ada yang sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yang menunggu 6 bulan," tulis Dino dalam unggahan akun X pribadinya yang dikutip secara luas pada Rabu (3/6/2026).
Keterlambatan ini dinilai sangat kontras dengan kebiasaan di negara-negara lain. Menurut Dino, biasanya negara penerima (host country) akan bergerak cepat menyambut dan memproses dokumen para duta besar yang dikirimkan oleh negara sahabat demi menjaga kelancaran hubungan bilateral.
Taruhan Reputasi Diplomatik Indonesia Dino menegaskan bahwa kritik dan informasi yang ia layangkan ini sama sekali tidak berniat untuk menyudutkan atau menyalahkan pihak tertentu di dalam pemerintahan. Langkah ini murni ia lakukan sebagai bentuk kepedulian dari seorang sesepuh diplomat demi menjaga nama baik Indonesia di panggung global.
Jika kondisi ini terus dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya solusi konkret, Indonesia dikhawatirkan akan dipandang kurang serius atau mengabaikan tata krama hubungan internasional. Apalagi, beberapa utusan yang mengantre berasal dari negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
"Ini memberikan kesan buruk bagi negara-negara sahabat yang mengirim Duta Besarnya ke Indonesia. Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana karena menyangkut reputasi diplomatik kita," tambah mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat tersebut.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS