THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Listrik Padam Bergilir 3 Jam di Kaltim, PLN Targetkan Perbaikan Rampung Juli 2026
Dimas Samosir, 06/30/2026
Samarinda

Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan bukan terjadi akibat berkurangnya pasokan batu bara atau kendala regulasi pertambangan. Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan situasi ini murni disebabkan oleh gangguan teknis operasional pada dua infrastruktur pembangkit utama yang mengalami kerusakan secara bersamaan. Pihak PT PLN (Persero) kini tengah melakukan akselerasi perbaikan guna menormalkan kembali pasokan daya ke sistem interkoneksi regional.
Gangguan massal pada sistem kelistrikan ini mulai dirasakan masyarakat di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim sejak sepekan terakhir. Penurunan keandalan daya ini memuncak ketika dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) penopang utama sistem kelistrikan Kaltim, yakni PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu, mengalami kerusakan sistemik dalam waktu yang hampir bersamaan.
Akibat kerusakan tersebut, pasokan listrik yang mengalir ke jalur interkoneksi Kalimantan mengalami penurunan drastis secara mendadak. Guna menghindari kelumpuhan total (blackout) pada sistem jaringan, PLN terpaksa mengambil langkah mitigasi darurat berupa pengurangan beban secara terukur melalui skema pemadaman listrik bergilir di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kaltim.
Berdasarkan data teknis operasional, kerusakan ganda pada PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu mengakibatkan sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan Timur kehilangan daya hingga mencapai sekitar 250 Megawatt (MW). Defisit daya yang cukup besar inilah yang memaksa PLN menerapkan kebijakan pengosongan beban sementara.
Setiap kabupaten dan kota di Kaltim kini harus mengalami pemadaman berkala dengan durasi rata-rata tiga jam per wilayah. Kebijakan pemadaman bergilir ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan penuh selama masa pengerjaan berat dan revitalisasi komponen pembangkit yang rusak diproses oleh tim ahli.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan bahwa pihak pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan memanggil dan berkoordinasi langsung dengan General Manager PT PLN (Persero) untuk mengklarifikasi akar masalah yang meresahkan warga ini.
"Kami sudah bertemu dengan GM PLN. Memang dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memperbaiki dua PLTU, yakni PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu," ujar Seno Aji kepada awak media di Samarinda, Senin (29/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Seno juga mematahkan spekulasi dan isu liar yang berkembang di media sosial bahwa pemadaman diakibatkan oleh menipisnya stok batu bara akibat penciutan regulasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang.
"Kalau RKAB tidak ada masalah. Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) tetap berjalan normal. Pasokan batu bara untuk PLTU masih sangat aman. Masalahnya murni gangguan teknis internal mekanis pembangkit," tegas Wagub Kaltim.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS