KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Mengupas Isu Minuman Mewah di Meja Jamuan Istana : Dari Era Soekarno hingga Prabowo Subianto

Dimas Samosir, 06/01/2026

Nasional

Image

Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kompilasi foto yang memperlihatkan momen para pemimpin dan tokoh nasional Indonesia tengah mengangkat gelas dalam sebuah acara formal. Potret yang menyandingkan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto, Presiden ke-7 Joko Widodo, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta Proklamator RI Soekarno ini memicu berbagai perdebatan hangat di kalangan netizen terkait isi dari gelas-gelas yang diangkat tersebut.

Untuk meluruskan simpang siur yang beredar, pihak Istana Kepresidenan melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden baru-baru ini memberikan klarifikasi resmi mengenai momen jamuan malam gala dinner yang melibatkan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Negara.


Pihak istana dengan tegas menyatakan bahwa minuman yang digunakan oleh Presiden Prabowo untuk bersulang bukanlah minuman beralkohol atau bir seperti yang dituduhkan oleh narasi liar di internet, melainkan 100 persen sari apel murni (apple cider non-alkohol) berwarna keemasan. Langkah cepat ini diambil demi menjaga akurasi informasi publik dan meluruskan sentimen negatif yang keliru.

Jika menilik sejarah panjang etiket internasional, aktivitas mengangkat gelas atau yang dikenal sebagai toast merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari protokol resmi kenegaraan (state banquet). Agenda ini bertujuan untuk menghormati tamu negara, mempererat hubungan bilateral, serta melambangkan perdamaian antarnegara sahabat.

Berikut adalah urutan historis momen jamuan dan tradisi bersulang yang pernah melibatkan para pemimpin dan tokoh nasional berdasarkan dokumentasi foto resmi :

1. Era Presiden Soekarno (Dekade 1950-an / 1960-an) Sebagai bapak diplomasi internasional Indonesia, Presiden Soekarno sangat piawai dalam menempatkan diri di panggung global. Dalam berbagai kunjungan kenegaraan luar negeri maupun saat menjamu tokoh-tokoh dunia di Istana Merdeka, Bung Karno kerap melakukan prosesi bersulang dengan gelas berkaki tinggi. Bagi Bung Karno, mengadopsi protokol barat dalam perjamuan resmi merupakan taktik diplomasi agar posisi Indonesia dipandang sejajar dengan negara-negara adidaya.

2. Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Barack Obama (November 2010) Dalam foto kenegaraan, tampak Presiden SBY melakukan toast formal bersama Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama, dalam kunjungan bersejarah di Jakarta. Sesuai standar baku keprotokolan internasional, isi gelas disesuaikan dengan preferensi tamu dan tradisi budaya tuan rumah, di mana pihak istana kerap menyajikan jus buah segar atau minuman ramuan khas Nusantara yang dikemas elegan.

3. Momen Santai Megawati Soekarnoputri Potret Megawati bersama kerabat dalam suasana non-formal di sebuah restoran sempat menjadi perbincangan lama. Berdasarkan verifikasi fakta, momen tersebut bukanlah bagian dari agenda resmi kenegaraan melainkan acara makan malam pribadi. Latar belakang lemari yang menyimpan botol adalah bagian dari dekorasi tempat pertemuan tersebut, dan tidak mencerminkan kebijakan protokoler istana.

4. Era Presiden Joko Widodo dan Jajaran Menteri (KTT G20 / ASEAN) Foto berikutnya memperlihatkan Presiden Jokowi bersama Mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Puan Maharani tengah mengangkat gelas dalam sebuah jamuan internasional. Dalam ajang bergengsi seperti KTT G20 di Bali, tradisi bersulang dilakukan menggunakan minuman tradisional pilihan yang telah disaring bersih, sehingga memberikan kesan visual yang elegan di hadapan para delegasi dunia tanpa melanggar nilai-nilai lokal.

5. Era Presiden Prabowo Subianto (Mei 2025) Momen terbaru menampilkan Presiden Prabowo Subianto yang mengenakan setelan jas formal dan peci hitam saat menjamu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Negara, Jakarta. Gelas berkaki yang dipegang berisi sari apel murni dengan karakteristik warna kuning jernih dan sedikit buih alami, yang secara visual menyerupai minuman perayaan internasional namun sepenuhnya halal dan sesuai norma bangsa.

Secara keseluruhan, penggunaan gelas berkaki dalam jamuan resmi merupakan bagian dari table manner internasional yang diadopsi oleh negara manapun guna menghargai keberagaman kultur dunia tanpa harus mengorbankan prinsip moral dan jati diri bangsa Indonesia.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS