THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Polisi Respons Isu Dugaan Pelaku Pengeroyokan di Jalan Anggur Samarinda
07/15/2026
Samarinda

Kepolisian Sektor (Polsek) Samarinda Ulu tengah bergerak cepat mengusut kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pengendara sepeda motor yang terjadi di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Insiden yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial tersebut kini masuk dalam tahap penyelidikan intensif kepolisian guna mengidentifikasi serta memburu para pelaku yang melarikan diri.
Peristiwa kekerasan di jalan raya ini terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Kejadian bermula saat korban, seorang pria berinisial SA alias Satya (31), sedang berkendara menggunakan sepeda motor bersama anak dan istrinya. Saat hendak memasuki kawasan Jalan Anggur dari sebuah persimpangan, sebuah mobil melaju kencang dan nyaris menyerempet kendaraan korban.
Merasa keselamatan keluarganya terancam, korban spontan melayangkan teguran kepada pengemudi mobil agar lebih berhati-hati. Namun, teguran tersebut memicu respons emosional dari penumpang mobil. Tak lama berselang, sekitar lima orang pria turun dari mobil, menghampiri korban, dan langsung melakukan aksi pengeroyokan di pinggir jalan di hadapan anak dan istri korban.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial, korban terlihat masih berada di atas sepeda motornya saat dikelilingi oleh sekelompok pria. Beberapa pelaku tampak melayangkan pukulan fisik ke arah korban. Beruntung, warga sekitar segera menyadari keributan tersebut dan berupaya melerai aksi kekerasan tersebut sebelum dampak luka korban menjadi lebih fatal. Pasca-kejadian, korban langsung mendatangi Markas Polsek Samarinda Ulu untuk membuat laporan resmi.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, membenarkan bahwa laporan resmi dari korban telah diterima dan langsung ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim. Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini kepada aparat penegak hukum.
"Semua bentuk alat bukti yang diberikan masyarakat tentu kami dalami. Rekaman CCTV yang ada juga sudah kami pelajari dan akan terus kami analisis secara mendalam untuk mengidentifikasi para pelaku," ujar AKP Asriadi saat memberikan keterangan pers kepada media.
Hingga saat ini, aparat kepolisian belum menetapkan maupun mengamankan satu pun tersangka. Penyidik masih memfokuskan kerja lapangan pada pengumpulan alat bukti sekunder dan pencocokan visual dari beberapa kamera pengawas yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS