KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Residivis Kambuhan Ditangkap Satpolairud Samarinda Usai Aksi Curi BBM Viral

Dimas Samosir, 07/16/2026

Samarinda

Ins

Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Samarinda bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait keamanan logistik perairan. Pihak kepolisian berhasil menangkap seorang pria residivis bersenjata tajam yang diduga kuat terlibat dalam aksi percobaan pencurian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di atas kapal tugboat yang sedang bertambat di kawasan perairan Sungai Mahakam.

Kasus ini mencuat setelah sebuah rekaman video amatir berdurasi singkat viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut memperlihatkan dugaan aksi pencurian di atas kapal tugboat yang sedang bersandar di kawasan Hartati, Sungai Mahakam, Kota Samarinda. Rekaman tersebut memperlihatkan aktivitas mencurigakan sejumlah oknum yang mencoba mengambil solar dari tangki kapal.

Berbekal rekaman tersebut, Tim Penyidik Satpolairud Polresta Samarinda langsung melakukan serangkaian pendalaman dan penyelidikan lapangan. Petunjuk visual dari video viral itu mempercepat proses identifikasi profil para pelaku. Penyelidikan intensif kemudian mengarah ke kawasan Harapan Baru dan Sengkotek, wilayah yang selama ini masuk dalam peta pemantauan akibat kerap menerima laporan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam operasi penangkapan di lapangan, polisi berhasil mengamankan salah seorang pria yang berada di lokasi persembunyiannya. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan senjata tajam tanpa izin yang dibawa oleh pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan basis data kepolisian, tersangka diketahui merupakan seorang residivis kambuhan yang sudah dua kali menjalani proses hukum atas kasus kriminalitas sebelumnya. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti pendukung yang diduga kuat digunakan untuk menunjang aksi kejahatan di perairan tersebut.

Kasat Polairud Polresta Samarinda, Kompol Agus Setyawan, memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers yang digelar di Markas Satpolairud Polresta Samarinda. Kompol Agus menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial menjadi pintu masuk utama bagi penyidik untuk mengungkap jaringan ini.

"Anggota melakukan penyelidikan berdasarkan video yang beredar di media sosial. Dari hasil pendalaman di lapangan, kami memperoleh informasi mengenai keberadaan salah seorang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut," ujar Kompol Agus Setyawan di hadapan awak media.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS