THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Resmi Berubah! Cek Rincian Harga Baru BBM Pertamina di Kalimantan Timur Mulai Hari Ini
Dimas Samosir, 06/01/2026
Balikpapan

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, kembali melakukan penyesuaian berkala terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini resmi berlaku mulai Senin, 1 Juni 2026. Di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), tren perubahan harga memperlihatkan dinamika yang menarik: harga varian bensin berspesifikasi tinggi mengalami kenaikan, sementara harga bahan bakar mesin diesel justru mengalami penurunan cukup signifikan.
Langkah evaluasi periodik ini didasarkan pada pergerakan harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Berdasarkan data perdagangan global pada penutupan pekan terakhir Mei 2026, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat stabil di kisaran USD 87 hingga USD 88 per barel, sedangkan jenis Brent berada di angka USD 92 per barel. Kondisi ini jauh lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang sempat menembus angka di atas USD 100 per barel akibat eskalasi ketegangan geopolitik global.
Bagi masyarakat pengguna kendaraan di Kota Samarinda, Balikpapan, Bontang, hingga kabupaten lain di wilayah Kalimantan Timur, berikut adalah rincian perubahan harga BBM yang berlaku langsung di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) per 1 Juni 2026: Untuk lini bensin non-subsidi dengan angka oktan tinggi, Pertamax Turbo (RON 98) mengalami kenaikan sebesar Rp 850 per liter.
Jenis BBM ini sekarang dibanderol seharga Rp 21.200 per liter, dari yang sebelumnya berada di angka Rp 20.350 per liter pada periode Mei 2026. Sementara itu, bagi pengguna Pertamax (RON 92), harga dipastikan tidak mengalami perubahan alias tetap stabil di angka Rp 12.600 per liter. Kabar menarik juga datang untuk konsumen yang membeli Pertamax melalui jaringan Pertashop terdekat, di mana harganya sedikit lebih murah, yakni Rp 12.500 per liter.
Di sisi lain, para pemilik kendaraan bermesin diesel patut bernapas lega. Pertamina menurunkan harga untuk dua produk diesel unggulannya. Dexlite (CN 51) mengalami penurunan drastis sebesar Rp 3.100 per liter, dari yang sebelumnya Rp 26.600 menjadi Rp 23.500 per liter. Langkah penurunan ini juga diikuti oleh Pertamina Dex (CN 53) yang kini turun menjadi Rp 25.350 per liter dari harga bulan lalu yang sempat menyentuh angka Rp 28.500 per liter.
Bagaimana dengan nasib BBM penugasan dan subsidi masyarakat? Pertamina menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, jenis BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan tarif sama sekali hingga akhir tahun berjalan. Harga Pertalite (RON 90) tetap dipatok stabil pada harga Rp 10.000 per liter, begitu pula dengan jenis Bio Solar yang bertahan di angka Rp 6.800 per liter di seluruh SPBU Kalimantan Timur.
Perubahan berkala ini merupakan bagian dari implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar. Dengan adanya transparansi penyesuaian ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan mesin kendaraan mereka guna menjaga performa tetap optimal.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS