KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Sektor Migas PPU Memasuki Babak Baru Melalui Pengoperasian Lapangan Karamba

Dimas Samosir, 07/03/2026

Penajam Paser Utara

Image

Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, resmi memasuki babak baru. Lapangan Karamba yang terletak di Wilayah Kerja (WK) Wain secara resmi telah memulai penyaluran gas perdana (first gas) sejak 24 Juni 2026. Pengoperasian kembali lapangan migas ini menegaskan posisi strategis PPU tidak hanya sebagai lumbung energi daerah, melainkan juga sebagai penyangga utama kebutuhan energi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Proyek strategis yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) PT Indosino Oil and Gas (ISOG) ini berhasil dihidupkan kembali setelah sempat mengalami stagnasi yang cukup lama. Lapangan Karamba sebelumnya telah mengantongi persetujuan Plan of Development (POD) pertama dari pemerintah pada tahun 2017 silam.

Setelah melalui rangkaian evaluasi, studi teknis, dan persiapan komersial, PT Indosino Oil and Gas menanamkan investasi besar untuk merealisasikan komitmen eksplorasinya. Puncaknya, pada akhir Juni 2026, seluruh fasilitas produksi di lapangan tersebut dinyatakan siap dan aman untuk melakukan pengaliran gas bumi komersial pertama ke jaringan pipa distribusi nasional.

Berdasarkan data operasional, untuk mengaktifkan kembali Lapangan Karamba, ISOG menggelontorkan investasi eksplorasi yang fantastis, yakni mencapai USD 25,95 juta atau setara dengan hampir Rp425 miliar. Alokasi dana tersebut diserap untuk rangkaian kegiatan studi geologi yang komprehensif, akuisisi data seismik baru, hingga pelaksanaan pengeboran sumur Karamba Updeep-1 (KUD-1).

Pada fase awal produksi yang berjalan saat ini, Lapangan Karamba mampu mengalirkan gas bumi sebesar 3,5 juta kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD). Otoritas hulu migas bersama operator optimistis angka produksi ini akan terus dipacu dan ditargetkan melonjak dua kali lipat hingga menyentuh 7,35 MMSCFD pada kuartal keempat tahun 2026.

Bupati PPU, Mudyat Noor, memberikan apresiasi tinggi saat meninjau langsung fasilitas pengolahan gas tersebut. Menurutnya, keberhasilan proyek first gas ini merupakan bukti konkret bahwa Kabupaten PPU memiliki iklim investasi yang sangat kondusif, transparan, dan aman bagi para pelaku usaha di sektor vital seperti migas.

"Penyaluran gas perdana ini adalah tonggak penting hasil kolaborasi nyata. Sebagai gerbang IKN, ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan di PPU adalah harga mati untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pembangunan kawasan," tegas Mudyat Noor dalam rilis resmi pemerintah daerah, Senin (29/6/2026).


KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS