KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Anak Diterkam Buaya di Paser, Aksi Cepat Sang Ayah Banjir Pujian Warganet

Dimas Samosir, 06/27/2026

Penajam Paser Utara

Image

Aksi luar biasa penuh keberanian ditunjukkan oleh seorang ayah di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Demi menyelamatkan nyawa sang anak yang tengah berada di dalam cengkeraman rahang buaya, pria paruh baya bernama Sindon (50) nekat terjun ke sungai dan berduel langsung dengan predator ganas tersebut hingga sang anak berhasil diselamatkan dari maut.

Insiden menegangkan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian setempat. Berdasarkan data terbaru, korban yang bernama Bejo Priyono (29) saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif akibat luka robek parah yang dialaminya pada bagian lengan kiri pasca-serangan satwa liar tersebut.

Kapolres Paser melalui Kapolsek Batu Engau, AKP Yudhi Ismanto, membeberkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di aliran Sungai Taberu, tepatnya di area kebun MRAA 1 Blok D45 PT Pradiksi Gunatama, Desa Tabru Paser Damai, Kecamatan Batu Engau. Peristiwa naas itu berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026, siang hari sekitar pukul 12.30 WITA.

Kejadian bermula saat pasangan ayah dan anak ini mendatangi lokasi kejadian untuk mencari udang. Setibanya di tepi Sungai Taberu, Bejo Priyono bersiap menebar jala ke arah air. Namun, tanpa disadari, seekor buaya berukuran besar telah mengintai di balik keruhnya air sungai dan langsung melompat menyambar tubuh korban.

Predator tersebut langsung menerkam lengan kiri Bejo dan berupaya menyeret tubuh pemuda itu ke tengah aliran sungai yang dalam. Melihat sang putra dalam kondisi kritis dan berteriak histeris, Sindon yang berada tidak jauh dari posisi korban tidak tinggal diam. Tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, Sindon langsung melompat ke dalam sungai dan memberikan perlawanan fisik secara masif kepada buaya tersebut.

Sindon memukul dan menyerang bagian sensitif predator tersebut berulang kali menggunakan alat seadanya di lokasi. Berkat aksi heroik dan determinasi tinggi sang ayah, buaya tersebut akhirnya melonggarkan gigitannya lalu melepaskan lengan korban, sebelum akhirnya menghilang kembali ke dalam keheningan dasar Sungai Taberu.

Kepala Polsek Batu Engau, AKP Yudhi Ismanto, mengapresiasi keberanian sang ayah yang berhasil mencegah timbulnya korban jiwa dalam konflik satwa dan manusia ini. Walau demikian, pihak kepolisian memberikan catatan merah mengenai tingginya risiko aktivitas warga di sekitar daerah aliran sungai perkebunan sawit.

"Kami membenarkan adanya peristiwa tersebut. Anggota kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan olah TKP dan memastikan kondisi korban. Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat, khususnya para pencari udang dan ikan, untuk menghentikan sementara aktivitas di wilayah sungai yang dikenal sebagai habitat alami buaya muara guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tegas AKP Yudhi Ismanto dalam rilis resminya.


KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS