THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Antrean BBM Subsidi Bikin Balikpapan Macet Parah, DPRD Harap Pertamina Buka SPBU Baru
hadad, 06/18/2026
Balikpapan

Masalah klasik antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tampaknya kian memasuki fase yang mengkhawatirkan. Bukannya membaik, pemandangan antrean kendaraan—khususnya kendaraan roda empat dan truk ekspedisi—yang mengular panjang hingga memakan badan jalan justru semakin sering dijumpai. Dampaknya, arus lalu lintas di sejumlah jalur protokol kota mengalami kelumpuhan dan kemacetan parah yang dikeluhkan oleh para pengguna jalan. Berdasarkan data visual dari laporan media lokal di tangkapan layar 1000402650.jpg, kondisi ini telah memicu gelombang protes dari masyarakat. Kemacetan yang dipicu oleh kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan Solar maupun Pertalite dinilai sudah sangat mengganggu mobilitas harian warga serta roda perekonomian di Balikpapan. Melihat situasi yang tidak kunjung mereda, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan akhirnya angkat bicara dan mengambil sikap tegas. Anggota legislatif meminta PT Pertamina (Persero) tidak tinggal diam melihat karut-marut yang terjadi di lapangan. DPRD secara resmi mendesak perusahaan pelat merah tersebut untuk segera melakukan langkah konkret, salah satunya dengan menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di area-area strategis kota. "Volume kendaraan di Balikpapan terus meningkat, namun jumlah titik distribusi atau SPBU yang melayani BBM bersubsidi tidak mengalami penambahan yang sebanding. Ini yang memicu penumpukan di satu titik," ungkap perwakilan DPRD Balikpapan dalam keterangannya terkait isu tersebut. Menurut pihak DPRD, langkah penambahan SPBU baru atau perluasan titik pelayanan pengisian sangat mendesak untuk dilakukan. Dengan adanya penambahan fasilitas penunjang tersebut, beban antrean kendaraan diharapkan dapat terbagi secara merata ke beberapa wilayah, sehingga tidak ada lagi penumpukan kendaraan tunggal yang sampai menutup akses jalan raya utama. Selain mendesak penambahan infrastruktur SPBU, dewan juga meminta adanya evaluasi mendalam mengenai sistem pengaturan jam operasional pengisian BBM bagi kendaraan-kendaraan besar. Truk angkutan barang dinilai perlu dialokasikan pada jam-jam khusus atau malam hari agar tidak berbenturan dengan jam sibuk masyarakat yang hendak berangkat kerja maupun sekolah. Jika masalah ini terus dibiarkan tanpa adanya intervensi taktis dari Pertamina selaku penyalur energi tunggal, dikhawatirkan kemacetan di Kota Minyak ini akan semakin kronis dan berpotensi memicu gesekan sosial antar-pengguna jalan di area sekitar SPBU.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS