THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Apresiasi Unik Bapenda Kaltim Cegat Wajib Pajak di Jalan, Beri Hadiah Langsung ke Pengendara
Dimas Samosir, 05/23/2026
Samarinda

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan terobosan segar untuk mendongkrak kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Jika biasanya pemeriksaan kendaraan di pinggir jalan identik dengan ketegangan atau sanksi tilang, pemandangan berbeda justru terlihat di salah satu jalur protokol di Benua Etam. Petugas dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim turun ke jalan bukan untuk menindak, melainkan untuk berburu pengendara yang taat pajak.
Update terbaru mengenai program kepatuhan pajak daerah menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat ini sedang gencar mengombinasikan pemeriksaan lapangan dengan program stimulus besar-besaran. Selain memberikan apresiasi langsung berupa suvenir bagi pengendara yang taat saat pemeriksaan di jalan raya, Pemprov Kaltim melalui kebijakan Gubernur juga mengalirkan program relaksasi pajak secara berkala.
Hal ini mencakup pemutihan denda keterlambatan hingga diskon khusus bagi kendaraan plat luar daerah yang ingin mutasi ke plat KT (Kalimantan Timur). Langkah persuasif ini diambil guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya dialokasikan kembali untuk fasilitas kesehatan gratis dan pembenahan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Dalam aksi lapangan yang terekam baru-baru ini di kawasan jalan utama Kota Samarinda pada pagi hari menjelang jam masuk kantor, terlihat sejumlah petugas berpakaian dinas dan rompi biru bertuliskan instansi terkait menghentikan beberapa pengendara roda dua dan roda empat secara acak. Awalnya, raut wajah para pengendara tampak tegang saat diminta menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan, termasuk bukti pelunasan pajak tahunan melalui Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Namun, ketegangan itu seketika mencair menjadi senyuman. Begitu petugas melihat status pajak kendaraan tersebut hidup dan dibayar tepat waktu, mereka langsung memberikan apresiasi di tempat. Petugas wanita dengan ramah menyerahkan bingkisan suvenir khusus kepada para wajib pajak yang patuh tersebut sebagai simbol terima kasih dari pemerintah daerah.
Kepala instansi terkait di lapangan menegaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai bentuk penghargaan langsung (reward) yang menyentuh masyarakat secara personal. Pemerintah ingin mengubah stigma bahwa urusan pajak selalu berujung pada ketakutan. Dengan pendekatan yang humanis dan apresiatif seperti ini, masyarakat diharapkan merasa dihargai atas kontribusi nyata mereka dalam mendanai pembangunan daerah.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa strategi jemput bola dan pemberian insentif ini terbukti efektif dalam mendongkrak partisipasi publik. Ketaatan membayar pajak bukan lagi dipandang sebagai beban yang menakutkan, melainkan sebagai bentuk kebanggaan dan kontribusi langsung terhadap kemajuan wilayah Kalimantan Timur. Bagi masyarakat Kaltim yang belum sempat menuntaskan kewajibannya, momentum program relaksasi dan razia simpatik ini menjadi kesempatan terbaik untuk segera mengurus administrasi kendaraan mereka di kantor Samsat terdekat maupun melalui aplikasi digital Samsat yang sudah terintegrasi.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS