THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Isu Anak Anggota DPRD Lolos Jalur Afirmasi Mencuat , Cek Faktanya!
07/09/2026
Samarinda

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA dan SMK baru saja berakhir. Namun, kegembiraan jelang tahun ajaran baru ternoda oleh munculnya isu miring mengenai dugaan praktik siswa titipan di SMAN 1 Samarinda, Kalimantan Timur.
Isu ini mencuat setelah seorang anak anggota DPRD Kaltim dilaporkan lolos seleksi melalui jalur afirmasi. Padahal, jalur tersebut diperuntukkan bagi anak dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas.
Kabar tersebut mengemuka setelah sejumlah orang tua murid melaporkan adanya kejanggalan dalam hasil seleksi di SMAN 1 Samarinda. Publik meradang karena jalur afirmasi memiliki aturan ketat, di mana pendaftar wajib terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau memiliki kartu program kemiskinan seperti KIP dan PKH.
Ketua SPMB SMAN 1 Samarinda, Syodiqul Huda, menyatakan bahwa proses penyaringan di tingkat sekolah telah berjalan objektif melalui sistem digital. Ia menjamin tim verifikator hanya memeriksa validitas dokumen yang dikirimkan calon siswa.
“Kami dari tim verifikasi memverifikasi data yang masuk, sesuai data yang ada ya sudah, gitu saja,” ujar Huda. Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah selalu mengacu pada petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah tanpa ada modifikasi aturan sepihak.
Atmosfer berubah ketika Huda dicecar pertanyaan mengenai keabsahan anak anggota DPRD Kaltim yang lolos lewat jalur tersebut, serta potensi adanya tekanan atau intervensi dari luar. Pihak panitia kemudian memilih menarik diri dan enggan memberikan komentar lebih jauh.
“Saya tidak punya kewenangan untuk menjawab hal itu,” pungkas Huda mengakhiri pembicaraan.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS