THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Kaltim Raih Predikat Provinsi Ramah UMKM dari Kementerian
hadad, 06/18/2026
Balikpapan

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi dinilai oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia sebagai salah satu daerah yang paling ramah terhadap pelaku usaha. Apresiasi tinggi ini didasarkan langsung pada laporan riil para pelaku UMKM di Benua Etam yang merasakan kemudahan signifikan saat mengakses perizinan dan sertifikasi usaha secara transparan.
Penghargaan dan pengakuan ini mengemuka dalam gelaran "Festival Kemudahan & Perlindungan Usaha Mikro" yang berlangsung di Balikpapan pada Rabu (17/06/2026). Langkah responsif Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memangkas birokrasi serta menghadirkan kepastian hukum dinilai menjadi faktor utama penentu predikat prestisius tersebut di tingkat nasional.
Dari kebijakan strategis ini menegaskan bahwa komitmen Pemprov Kaltim tidak hanya berfokus pada kemudahan administratif semata, melainkan juga pada penguatan infrastruktur logistik jangka panjang. Salah satu langkah konkret yang tengah dipacu saat ini adalah pembangunan Pusat Distribusi Provinsi (PDP). Proses Penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk pusat distribusi ini telah rampung sepenuhnya pada tahun 2025 lalu, dan pengembangan sarana prasarana tahap pertama dijadwalkan mulai berjalan penuh sepanjang tahun 2026 ini.
Tak berhenti di sana, lompatan strategis juga dilakukan melalui major project bertajuk "Jospol". Proyek berskala besar ini diarahkan untuk membangun fondasi jangka panjang ekonomi kerakyatan, di antaranya melalui pendirian Rumah Produksi Bersama (RPB). Infrastruktur penunjang seperti RPB Pakan Ternak dan RPB Pamigo di Kabupaten Kutai Kartanegara kini terus dimatangkan, dengan target pembangunan fisik kawasan industri terpadu yang akan dimulai pada tahun 2027 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula keberhasilan Program Pemberdayaan UMKM melalui skema Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT). Program ini menargetkan penguatan kapasitas bagi sedikitnya 1.050 UMKM sepanjang periode tahun 2025 hingga 2026. Fokus pembinaan dilakukan secara menyeluruh dan adaptif terhadap kebutuhan pasar modern, mencakup pelatihan kuliner, keahlian barista, digital printing, keterampilan menjahit, hingga fasilitasi sertifikasi kompetensi resmi bagi para pelaku usaha agar berdaya saing tinggi.
Guna memperluas daya jangkau pasar, Pemprov Kaltim juga secara masif menggulirkan Program Pengembangan UMKM dan Bimtek UKM Ekspor. Dengan target menyasar 100 UKM unggulan pada tahun ini, program tersebut menyediakan fasilitasi kemitraan, peningkatan literasi UKM digital, hingga pendampingan intensif bagi eksportir maupun calon eksportir lokal. Melalui partisipasi aktif dalam pameran berkelas seperti Trade Expo Indonesia serta agenda business matching, produk lokal Kalimantan Timur kini bersiap mengambil peran lebih besar di pasar internasional.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS