THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Mesin Kapal Rusak di Tengah Laut, Nelayan Desa Api-Api PPU Ditemukan Selamat
Dimas Samosir, 06/16/2026
Penajam Paser Utara

Kabar melegakan datang dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Lukman, seorang nelayan paruh baya berusia 54 tahun yang sebelumnya sempat dikabarkan hilang secara misterius saat melaut di perairan Desa Api-Api, Kecamatan Waru, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Berdasarkan pembaruan informasi terkini yang dihimpun secara valid dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, korban ditemukan terombang-ambing di tengah laut akibat kerusakan mesin kapal, namun kini telah dievakuasi kembali ke dermaga.
Kronologis peristiwa mendebarkan ini bermula pada hari Senin, 15 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 WITA. Seperti rutinitas biasanya, Lukman yang beralamat di RT 03 Desa Api-Api berangkat seorang diri menggunakan kapal motor berukuran kecil untuk mencari nafkah di laut sekitar perairan Desa Api-Api, Kecamatan Waru. Berdasarkan kebiasaan setempat dan penuturan pihak keluarga, Lukman seharusnya sudah kembali dari melaut pada keesokan harinya, yakni Selasa, 16 Juni 2026, sekitar pukul 07.00 WITA guna menjual hasil tangkapannya.
Namun, hingga sore hari tiba, tanda-tanda keberadaan korban sama sekali tidak terlihat, memicu kepanikan mendalam bagi pihak keluarga yang setia menunggu di pesisir pantai. Menyadari ada hal yang tidak beres di lautan, anak korban segera berinisiatif mendatangi kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara guna menyampaikan laporan resmi mengenai hilangnya sang ayah. Laporan tersebut masuk dan diterima secara resmi oleh petugas siaga pada hari Selasa, 16 Juni 2026, tepat pukul 16.06 WITA. Respons cepat langsung ditunjukkan oleh tim kedaruratan demi meminimalkan risiko fatal akibat situasi cuaca laut yang tidak menentu.
Setelah laporan resmi masuk ke Pusdalops, tim rescue BPBD Kabupaten PPU bergerak sangat gesit menuju lokasi kejadian yang dilaporkan. Petugas langsung melakukan koordinasi intensif dengan semua unsur terkait di lapangan, termasuk aparat desa, relawan lokal, kepolisian, dan pihak TNI setempat. Langkah awal operasi pencarian ini diperkuat oleh informasi krusial dari sejumlah warga sekitar yang juga merupakan sesama nelayan tradisional.
Menurut keterangan dari warga, sempat terlihat sebuah kapal yang diduga kuat milik korban berada di perairan sekitar kurang lebih satu mil dari pesisir pantai. Lokasi spesifiknya terdeteksi berada di area antara pelelangan ikan menuju wilayah bagang (tempat penangkapan ikan menetap). Berdasarkan pengamatan visual jarak jauh dari para saksi mata, kapal tersebut terindikasi bergerak sangat lambat dan tidak wajar. Warga menduga kuat bahwa kapal tersebut sedang mengalami masalah teknis yang serius, seperti kerusakan pada komponen mesin utama atau kemungkinan baling-baling kapal tersangkut jaring nelayan lain.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS