THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Modus Loker Aplikasi Kencan di Bali: Pemuda Asal Sumba Disekap, Disiksa, dan Diperas Rp100 Juta
Editor Kaltimfact, 06/11/2026
Nasional

Jagat media sosial dihebohkan oleh pengakuan memilukan seorang pemuda asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YKB (24) alias Krisno. Niat tulusnya untuk mengadu nasib dan mencari nafkah di Pulau Dewata justru berubah menjadi mimpi buruk yang traumatis. Ia menjadi korban penyekapan, penganiayaan brutal, hingga pemerasan bernilai fantastis oleh sebuah sindikat lowongan kerja (loker) palsu.
Berdasarkan perkembangan terkini, pihak Kepolisian Polsek Kuta bersama Polresta Denpasar telah mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius. Aparat kepolisian kini tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan di lapangan dan memburu para pelaku yang buron, termasuk dua wanita yang diduga menjadi otak di balik aksi keji ini.
Peristiwa mengerikan ini bermula ketika korban yang baru saja menyelesaikan program magang dari Jepang, tiba di Denpasar pada awal Mei 2026. Guna menyambung hidup, ia mencoba mencari lowongan pekerjaan melalui platform digital, salah satunya lewat aplikasi kencan Tinder. Di sanalah korban tergiur dengan tawaran manis lowongan kerja di bidang pariwisata yang diklaim berlokasi di kawasan vila mewah Umalas, Kerobokan.
Melalui komunikasi intensif, korban diarahkan untuk mengikuti proses wawancara kerja. Korban diminta menemui dua orang wanita yang mengaku sebagai perwakilan manajemen, yakni Bu Amanda (Ayasha Amanda Amira Putri asal Cirebon) dan Bu Kenzo (Adrisryanti Tanah Paluang asal Makassar). Guna meyakinkan korban, para pelaku bahkan menggunakan skenario "pelamar settingan" lain agar korban percaya bahwa proses tersebut sah dan profesional. Korban dijanjikan posisi strategis sebagai administrasi atau asisten pribadi dengan iming-iming proyek pariwisata bernilai ratusan juta rupiah.
Namun, alih-alih mendapatkan pekerjaan impian, petaka justru dimulai begitu korban tiba di lokasi pertemuan yang ternyata dialihkan ke sebuah hotel di kawasan Kedonganan, Kuta, Badung. Begitu korban masuk, seluruh barang berharga miliknya langsung dirampas secara paksa oleh komplotan ini. Dua unit ponsel pintar, satu unit laptop, koper pakaian, dokumen penting seperti KTP, hingga paspor milik korban dikuras tanpa sisa.
Tidak sampai di situ, situasi semakin mencekam saat korban dipindahkan dan dikurung di dalam kamar hotel (kamar nomor 309 dan 310). Di dalam ruang tertutup tersebut, aksi kekerasan fisik secara membabi buta pun terjadi. Korban dipukul, ditendang, dan disiksa oleh sedikitnya lima orang pelaku yang terdiri dari dua wanita tersebut dan tiga orang laki-laki (salah satunya teridentifikasi bernama Johanes Omniko).
Untuk melegitimasi tindakan kejamnya, sindikat ini menggunakan modus intimidasi dengan menuduh korban melakukan pencurian uang senilai Rp2 juta serta melakukan pelecehan. Di bawah tekanan hebat dan ancaman pembunuhan, para pelaku menghubungi keluarga korban untuk meminta uang tebusan sebesar Rp100 juta. Bahkan, pelaku mengancam akan memotong jari korban jika uang tersebut tidak dikirimkan sesuai batas waktu yang ditentukan.
Setelah mengalami penyiksaan berat, titik terang muncul ketika para pelaku lengah. Dengan sisa-sisa tenaga dan kondisi tubuh bersimbah darah akibat luka fisik yang dialami, korban berhasil menjebol pertahanan kamar dan kabur dari hotel tempat penyekapan. Ia berlari menyelamatkan diri ke sebuah warung milik warga di Jalan Pasir Putih, Kedonganan. Oleh pemilik warung, korban segera disembunyikan dengan aman untuk menghindari kejaran pelaku, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan adanya laporan terkait tindak pidana pengeroyokan, penyekapan, dan pemerasan ini. Pihak kepolisian menegaskan bahwa tim opsnal Polsek Kuta telah mengantongi identitas para pelaku dan saat ini pengejaran masif sedang dilakukan demi menyeret sindikat keji ini ke ranah hukum. Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat luas untuk lebih selektif dan waspada terhadap segala modus lowongan pekerjaan yang beredar di platform digital yang tidak resmi.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS