KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Update Haji 2026: 5.842 Jemaah Embarkasi Balikpapan Terbang, 3 Wafat dan Belasan Ditunda Keberangkatannya

Dimas Samosir, 05/20/2026

Balikpapan

Image

Fase pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Balikpapan musim haji 1447 H / 2026 M telah resmi merampungkan seluruh jadwal penerbangannya. Berdasarkan update data terbaru hingga pertengahan Mei 2026, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengonfirmasi total jemaah yang berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci mencapai 5.842 orang. Di tengah kelancaran proses operasional tersebut, kabar duka menyelimuti Kalimantan Timur seiring adanya laporan tiga jemaah yang wafat serta puluhan jemaah lainnya yang terpaksa menunda keberangkatan karena alasan medis.

Ketua PPIH Embarkasi Balikpapan melalui rilis resminya mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah yang terbagi ke dalam belasan kloter kini sudah berada di Arab Saudi. Kendati operasional penerbangan berjalan sukses dan tepat waktu, dinamika di lapangan mencatat adanya penyesuaian data jemaah, baik yang meninggal dunia saat menjalani ibadah maupun jemaah yang gagal terbang di menit-menit terakhir akibat kondisi fisik.

Identitas Tiga Jemaah Haji Kaltim yang Wafat Berdasarkan data medis terverifikasi dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), tiga jemaah haji asal Kalimantan Timur dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya di Tanah Suci. Ketiganya merupakan jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) lantaran faktor usia dan komplikasi penyakit bawaan. Berikut rincian data ketiga almarhum :

1. Endar Jaya Purwadi (62 tahun) : Jemaah Kloter BPN-01 asal Kota Samarinda. Almarhum memiliki riwayat penyakit hipertensi dan dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani aktivitas di Madinah.

2. Harun Rusdi Noto Siswoyo (70 tahun): Jemaah Kloter BPN-08 asal Penajam Paser Utara (PPU). Almarhum meninggal dunia di Makkah akibat serangan jantung secara mendadak.

3. Yusuf Hasan Kaco (65 tahun): Jemaah Kloter BPN-06 asal Kutai Timur. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Makkah setelah mengalami syok septik yang menurunkan kesadarannya secara drastis.


penanganan jenazah serta asuransi bagi jemaah yang wafat akan diproses secara penuh demi meringankan beban keluarga yang ditinggalkan di tanah air.

Selain kabar duka, PPIH Embarkasi Balikpapan juga mencatat ada pergeseran jumlah jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan. Total terdapat 21 orang yang terpaksa membatalkan perjalanannya ke Arab Saudi tahun ini. Komposisi penundaan tersebut terdiri dari 18 jemaah inti dan sisanya merupakan pendamping sah.

Secara medis, mayoritas penundaan disebabkan oleh deteksi penyakit berat seperti kanker stadia lanjut serta kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan jarak jauh. Petugas menegaskan bahwa hak berhaji bagi jemaah yang tertunda ini tidak hangus, melainkan diprioritaskan untuk diberangkatkan pada musim haji tahun depan setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS