KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Banyak Kasus Tak Dilaporkan, Dishub Balikpapan Ingatkan Bahaya Kapal Tak Laik Laut

Editor Kaltimfact, 11/17/2025

Balikpapan

Balikpapan — Selasa, 11 November 2025.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran di wilayah perairan kota. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penyelenggaraan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran yang digelar di Hotel Blue Sky Balikpapan, Selasa (11/11/2025), dengan peserta utama para motoris, ABK (Anak Buah Kapal), serta pemilik kapal berukuran kecil di bawah 7 Gross Ton (GT).

Kegiatan ini menjadi agenda tahunan Dishub dan dipandang sebagai upaya preventif yang sangat penting, mengingat aktivitas transportasi laut—terutama kapal-kapal kecil—masih mendominasi mobilitas masyarakat pesisir Balikpapan. Tidak sedikit insiden pelayaran terjadi akibat kelalaian, ketidaksesuaian teknis kapal, atau tidak terpenuhinya standar keselamatan.

Dalam sambutannya, Kepala Dishub Kota Balikpapan, M. Fadli Patturrahman, menegaskan bahwa kecelakaan kapal kecil masih sering terjadi di lapangan, meskipun beberapa tidak tercatat secara resmi. Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat.

Sosialisasi ini menjadi pengingat bagi motoris dan pemilik kapal untuk memastikan armada mereka benar-benar laik laut. Tantangan terbesar kami masih berkaitan dengan kelayakan kapal dan kesiapan alat keselamatan di lapangan,” ujar Fadli saat membuka kegiatan.


Fokus pada Kapal Kecil dan Penguatan Pemahaman Laik Laut

Fadli menjelaskan bahwa risiko terbesar pelayaran justru dialami oleh kapal kecil yang sangat bergantung pada kesadaran operatornya. Banyak di antara insiden pelayaran disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

Perawatan kapal yang minim

Tidak tersedianya pelampung atau alat keselamatan lainnya

Muatan yang melebihi batas kapasitas

Kurangnya kemampuan motoris dalam membaca kondisi cuaca

Karena itu, pelatihan dan sosialisasi seperti ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku transportasi laut agar lebih peduli terhadap standar keselamatan sebelum beroperasi.

Keselamatan pelayaran tidak cukup hanya dengan pengalaman. Dibutuhkan pengetahuan teknis, disiplin, dan komitmen terhadap standar keselamatan yang berlaku,” tegasnya.


Pembagian Kewenangan Pengawasan

Dalam kesempatan itu, Fadli juga menjelaskan perubahan mekanisme kewenangan pengawasan pelayaran setelah adanya regulasi baru antara pemerintah daerah, provinsi, dan instansi vertikal.

Dishub Kota Balikpapan kini fokus pada lintasan dalam kota, seperti lintasan antar kecamatan dan antar kelurahan. Sementara itu, KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menangani lintasan antar kota atau kabupaten.

Dengan adanya pembagian ini, Dishub menegaskan perlunya sinergi kuat antar instansi agar pengawasan lancar dan tidak terjadi kekosongan peran.


Peran Strategis Dishub dalam Pembinaan Pelayaran Lokal

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi ajang pembinaan menyeluruh bagi operator kapal. Dishub berupaya menanamkan mindset bahwa keselamatan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang harus dijalankan oleh seluruh pelaku transportasi laut.

Peserta diberikan materi mengenai:

Standar keselamatan kapal kecil

Teknik pemeriksaan before sailing

Pengenalan alat keselamatan

Prosedur menghadapi cuaca buruk

Prinsip dasar pelayaran aman untuk kapal ≤ 7 GT

Pentingnya pencatatan manifest penumpang

Dishub berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu tersebut di lapangan, sehingga kualitas pelayaran lokal semakin meningkat dari waktu ke waktu.


Mendorong Budaya Keselamatan Sejak Tingkat Operator

Menurut Fadli, budaya keselamatan harus dimulai dari para motoris dan pemilik kapal itu sendiri. Sebab mereka adalah pihak yang paling dekat dengan penumpang dan paling memahami kondisi kapal yang digunakan.

Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah menyiapkan regulasi, tetapi pelaku lapangan harus memastikan aturan itu benar-benar diterapkan. Kami ingin pelayaran di Balikpapan berjalan aman, tertib, dan bebas dari insiden,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dishub akan terus menggelar sosialisasi lanjutan dan inspeksi rutin di sejumlah dermaga rakyat untuk memastikan kapal-kapal yang beroperasi memenuhi standar laik laut.


Dukungan bagi Pelayaran Rakyat Balikpapan

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pelayaran rakyat sebagai bagian penting dari mobilitas masyarakat pesisir. Dishub berharap dengan meningkatnya kesadaran operator, potensi kecelakaan dapat ditekan dan pelayanan pelayaran semakin aman serta nyaman bagi masyarakat.

Dengan sinergi bersama berbagai instansi dan pelaku usaha pelayaran, Balikpapan diharapkan menjadi kota yang memiliki standar keselamatan transportasi laut yang semakin baik dan berkelanjutan.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS