THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Cerita Jemaah Haji RI yang Kopernya Dibongkar Paksa Petugas Arab Saudi . Ternyata Tempe Orek!
kaltimfact, 05/12/2026
Nasional

Suasana sibuk di Terminal Haji Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, tiba-tiba berubah menjadi momen yang menggelitik sekaligus penuh pelajaran bagi para petugas haji. Pada Senin, 11 Mei 2026, petugas keamanan bandara terpaksa menghentikan laju sebuah koper besar milik jemaah haji asal Indonesia. Monitor pemindai X-Ray menangkap citra benda padat bertumpuk-tumpuk yang tidak teridentifikasi secara jelas oleh sistem keamanan Arab Saudi.
Berdasarkan informasi terbaru dari Media Center Haji (MCH), koper milik jemaah asal Embarkasi Palembang tersebut kini telah dinyatakan aman. Setelah melalui proses verifikasi yang cukup alot antara petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan otoritas bandara, seluruh paket tempe orek seberat 5 kg tersebut akhirnya dikembalikan kepada pemiliknya. Koper telah dikirim menggunakan truk kontainer syarikah menuju hotel jemaah di Makkah untuk segera digunakan.
Ketegangan sempat menyelimuti area pemeriksaan saat petugas keamanan bandara (Askar) meminta koper tersebut dibongkar paksa. Dalam layar monitor, terlihat gundukan benda organik yang padat dan terbungkus rapat. Namun, raut wajah serius para petugas bandara seketika berubah saat koper dibuka: alih-alih barang terlarang, mereka menemukan tumpukan plastik berisi "harta karun" kuliner nusantara—tempe orek kering dalam jumlah besar.
Muhammad Riza Fahlevi, anggota Tim Bagasi Bandara Jeddah dari PPIH Arab Saudi, menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh pola pengemasan yang mencurigakan bagi mesin X-Ray. Selain gundukan tempe orek seberat 5 kilogram, ditemukan pula botol minyak zaitun yang dibungkus lakban cokelat berlapis-lapis hingga menyerupai bentuk benda asing yang berbahaya.
"Petugas X-Ray curiga karena ada barang dalam jumlah banyak yang bentuknya tidak biasa di layar. Kami segera turun tangan menjelaskan bahwa itu adalah makanan khas Indonesia. Setelah kami buka dan tunjukkan isinya, barulah petugas bandara paham dan membolehkan barang tersebut dibawa," ujar Riza.
Dilema Bekal Pribadi vs Layanan Konsumsi Membawa perbekalan pribadi seperti sambal teri, kering tempe, atau abon memang sudah menjadi tradisi jemaah haji Indonesia untuk menjaga selera makan selama 40 hari di tanah suci. Namun, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi jemaah lainnya.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, mengingatkan bahwa meskipun membawa makanan kering diperbolehkan, jemaah harus memperhatikan volume dan cara pengemasan. Pemerintah melalui Kementerian Agama sebenarnya telah menyiapkan menu nusantara secara rutin sebanyak 3 kali sehari bagi jemaah. Menu seperti orek tempe, ayam goreng, hingga rendang sudah masuk dalam daftar konsumsi harian jemaah di Makkah dan Madinah.
Setiap kali ada koper yang harus dibongkar di bandara, hal tersebut akan menghambat alur distribusi bagasi jemaah lainnya. Truk kontainer yang seharusnya sudah berangkat ke hotel terpaksa menunggu hingga proses pemeriksaan manual selesai.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS