THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Dishub Balikpapan Pasang Zebra Cross di Jalan Wiluyo Puspoyudo, Upaya Tekan Kecelakaan
Editor Kaltimfact, 11/20/2025
Balikpapan

Balikpapan — Rabu, 20 Agustus 2025. Upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan kembali diperkuat melalui program pemasangan fasilitas keselamatan lalu lintas di ruas-ruas tertentu. Salah satu titik yang menjadi prioritas tahun ini adalah Jalan Wiluyo Puspoyudo, kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi dan kerap dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga pejalan kaki.
Pada Rabu (20/8/2025), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan melakukan pemasangan zebra cross dan pita penggaduh di sejumlah titik strategis sepanjang ruas jalan tersebut. Pemasangan infrastruktur ini dilakukan setelah Dishub melakukan evaluasi keselamatan dan menerima berbagai masukan masyarakat terkait tingginya kecepatan kendaraan di area tersebut, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program keselamatan jalan yang menjadi salah satu prioritas Dishub dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Pemasangan zebra cross dan pita penggaduh di titik-titik strategis diharapkan dapat menjadi pengingat bagi pengendara agar lebih berhati-hati serta memberikan ruang aman bagi pejalan kaki,” jelasnya di lokasi kegiatan, Rabu (20/8/2025).
Empat Sasaran Utama Pemasangan Fasilitas Keselamatan
Dishub Balikpapan merancang pemasangan fasilitas keselamatan ini dengan empat sasaran utama, yaitu:
Menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan pejalan kaki.
Meningkatkan kewaspadaan pengendara, terutama di jalur padat aktivitas.
Memberikan perlindungan ekstra bagi pejalan kaki, khususnya pelajar, pekerja kantor, dan warga sekitar yang sering melintas.
Mendorong budaya tertib berlalu lintas, sehingga masyarakat semakin disiplin mematuhi rambu dan marka jalan.
Pita penggaduh dipasang untuk membatasi kecepatan kendaraan secara alami. Getaran ringan dan suara yang dihasilkan membuat pengendara secara refleks mengurangi laju kendaraan. Sementara itu, zebra cross berfungsi sebagai penanda prioritas pejalan kaki saat menyeberang.
Menurut Dishub, kombinasi dua fasilitas ini terbukti efektif di sejumlah daerah dalam menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan disiplin pengguna jalan.
Respons Positif Masyarakat
Pemasangan zebra cross dan pita penggaduh ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang sehari-hari melintasi Jalan Wiluyo Puspoyudo. Salah satunya adalah Andi (35), karyawan swasta yang mengaku sering menyeberang di kawasan tersebut.
“Di jalur ini banyak yang melaju cukup kencang, apalagi saat jam pulang kerja. Dengan adanya pita penggaduh, otomatis kendaraan melambat. Zebra cross juga bikin kami lebih aman saat menyeberang,” ujarnya.
Beberapa warga lain juga berharap fasilitas ini diperluas hingga ke titik-titik yang berdekatan dengan sekolah dan area komersial, mengingat padatnya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Keselamatan sebagai Tanggung Jawab Bersama
Meski telah menambahkan fasilitas keselamatan di lapangan, Dishub Balikpapan kembali mengingatkan bahwa efektivitas program ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Marka jalan dan rambu hanya menjadi alat bantu, sedangkan kedisiplinan dan sikap saling menghormati antarpengguna jalan menjadi kunci utama keselamatan.
“Keselamatan itu tanggung jawab bersama. Pemerintah menyiapkan fasilitas, tetapi masyarakat harus tetap mematuhi aturan, menghargai pejalan kaki, dan menjaga kecepatan berkendara,” tegas Fadli.
Ia juga menuturkan bahwa Dishub akan terus melakukan pemantauan pascapemasangan untuk melihat efektivitas, termasuk kemungkinan penambahan fasilitas pendukung seperti lampu penerangan atau rambu tambahan.
Rencana Ekspansi ke Ruas Jalan Lain
Dishub menargetkan program serupa akan diterapkan di beberapa titik rawan kecelakaan lain di Balikpapan, seperti kawasan perkotaan, area sekolah, dan persimpangan padat.
Evaluasi lapangan telah dilakukan untuk menentukan lokasi prioritas berdasarkan tingkat kerawanan, data kejadian kecelakaan, serta rekomendasi masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Balikpapan dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi kota cerdas yang mengutamakan keselamatan warganya.
“Kami ingin Balikpapan menjadi kota yang bukan hanya nyaman, tetapi juga aman untuk semua pengguna jalan,” tutup Fadli.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS