THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Dishub Balikpapan Siapkan Penambahan Pos Pantau Jelang Libur Akhir Tahun 2025
Editor Kaltimfact, 11/18/2025
Balikpapan

Balikpapan — Senin, 24 November 2025.
Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan. Persiapan bukan hanya difokuskan pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga aspek pengamanan, keselamatan, dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menegaskan bahwa salah satu kebutuhan paling mendesak adalah penambahan pos pantau di beberapa kawasan strategis, baik di jalur darat maupun perairan. Saat ini, Dishub Balikpapan baru mengoperasikan dua pos pantau aktif, masing-masing berada di KM 13 Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Patimura.
Namun berdasarkan hasil survei teknis Dishub di lapangan, jumlah tersebut belum memadai untuk mengakomodasi kebutuhan selama puncak libur Nataru, terutama mengingat tingginya intensitas pergerakan kendaraan dan penumpang di berbagai titik.
“Dari hasil diagnosa tim teknis kami, setidaknya kita membutuhkan 11 pos pantau lagi. Insyaallah dalam waktu dekat akan dibangun dua sampai tiga pos pantau baru,” jelas Fadli pada Senin (24/11/2025).
Kolaborasi Dishub, Polairud, dan Satlantas Diperkuat
Penambahan pos pantau tidak dilakukan sendirian. Dishub Balikpapan memperkuat sinergi pengamanan bersama Polairud serta Satlantas Polresta Balikpapan, terutama pada kawasan dengan risiko kepadatan kendaraan maupun aktivitas penyeberangan.
“Harapannya kami bisa bekerja sama dengan teman-teman Polairud dan Kasat Lantas untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Natal dan Tahun Baru. Memang pos pantau saat ini masih kurang, karena itu penambahannya sangat diperlukan,” tambah Fadli.
Koordinasi intensif ini dipandang penting karena jumlah pengguna kendaraan pribadi mengalami kenaikan signifikan setiap akhir tahun, baik warga lokal maupun pendatang dari luar daerah. Selain itu, pergerakan melalui jalur laut juga meningkat, khususnya untuk akses wisata maupun aktivitas ekonomi harian masyarakat pesisir.
Titik Prioritas Penambahan Pos Pantau
Dishub Balikpapan telah menyusun daftar prioritas lokasi pembangunan pos pantau baru berdasarkan tingkat kepadatan, tingkat risiko, dan kondisi geografis. Beberapa lokasi yang masuk daftar prioritas antara lain:
Balikpapan Barat – kawasan padat aktivitas warga dan kendaraan.
Pintu Masuk Tol Batakan – titik mobilitas tinggi saat arus mudik dan balik.
Teritip dan Batu Ampar – kawasan wisata yang ramai saat Nataru.
Pelabuhan Kariangau – pusat aktivitas angkutan logistik dan penumpang.
Kampung Baru – jalur penyeberangan lokal menuju Penajam.
Khusus untuk kawasan pesisir seperti Kariangau dan Kampung Baru, Dishub memberikan perhatian ekstra karena tingginya aktivitas penyeberangan masyarakat, baik menggunakan kapal kayu, kapal kecil, maupun speedboat. Lonjakan penumpang sering terjadi pada momen libur panjang.
Pengawasan Keselamatan Transportasi Laut Diperketat
Selain aspek lalu lintas darat, Dishub juga memastikan pengawasan keselamatan transportasi laut berjalan lebih intensif. Fokus pengawasan meliputi:
Pengecekan penggunaan life jacket
Pemantauan jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas kapal
Kondisi mesin dan kelayakan kapal
Ketersediaan alat keselamatan di setiap kapal penumpang
“Kami hanya memantau agar penggunaan life jacket diperhatikan, dan jumlah penumpang speedboat tidak berlebihan demi keselamatan,” ujar Fadli.
Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama, mengingat beberapa kecelakaan di masa lalu dipicu oleh kelebihan muatan dan minimnya alat keselamatan.
Mengantisipasi Lonjakan Lalu Lintas dan Wisatawan
Lonjakan arus kendaraan diprediksi terjadi mulai 20 Desember hingga 2 Januari, baik di pusat kota, kawasan komersial, destinasi wisata, hingga jalur pintu keluar-masuk kota. Karena itulah, pos pantau baru akan difungsikan bukan hanya sebagai titik pengamanan, tetapi juga pusat koordinasi cepat ketika terjadi insiden, kepadatan, atau perubahan pola lalu lintas.
Dishub juga menyiagakan petugas selama 24 jam pada masa puncak liburan demi memastikan rekayasa lalu lintas dapat digerakkan dengan cepat ketika diperlukan. Mulai dari pengalihan arus, pembatasan parkir, hingga penanganan kedaruratan.
Komitmen Pemerintah untuk Nataru Aman dan Tertib
Dengan berbagai langkah mitigasi ini, Dishub Balikpapan berharap seluruh rangkaian mobilitas masyarakat selama libur Nataru 2025/2026 berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
“Kami ingin memastikan seluruh warga bisa merasakan perjalanan yang lebih aman dan lancar, baik melalui darat maupun laut,” tutup Fadli.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS