KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Dishub Balikpapan Siapkan Skema Baru Angkot, Akan Jadi Feeder hingga Angkutan Wisata

11/19/2025

Balikpapan

Balikpapan — Senin, 20 Oktober 2025.
Upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam memperbaiki tata kelola transportasi publik terus digencarkan melalui penyusunan Rencana Induk Jaringan Transportasi (RIJT). Salah satu fokus utama dalam penyusunan dokumen strategis tersebut adalah penataan ulang fungsi angkutan kota (angkot) yang selama ini menjadi moda transportasi primer masyarakat di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh unit angkot yang masih beroperasi hingga tahun 2025. Pendataan ini meliputi uji KIR, verifikasi kondisi fisik kendaraan, serta kelayakan pengemudi.

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa hanya sekitar 315 unit angkot yang benar-benar memenuhi standar kelayakan operasional. “Dari seluruh unit yang terdaftar, hanya sekitar 315 unit yang dinilai layak dari sisi uji KIR, kondisi teknis, dan kompetensi sopirnya. Data ini kami gunakan sebagai landasan penyusunan kebijakan transportasi baru,” ungkap Fadli di Balikpapan, Senin (20/10/2025).

Sertifikasi Pengemudi dan Peningkatan Kompetensi

Sebagai langkah lanjutan, Dishub berencana melaksanakan program sertifikasi dan pelatihan bagi pengemudi angkot. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan aspek keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.

Namun, Fadli menegaskan bahwa program tersebut baru akan dilaksanakan setelah seluruh sopir mendapatkan pemahaman tentang arah kebijakan transportasi kota yang baru. “Kami ingin memastikan semua sopir memahami gambaran besar transportasi masa depan Balikpapan. Dengan begitu, mereka siap mengikuti perubahan,” ujarnya.

Skema Baru untuk Masa Depan Angkot

Dishub kini tengah menyiapkan skema multi-fungsi angkot yang akan berjalan setelah RIJT resmi ditetapkan. Dalam skema tersebut, beberapa unit angkot akan diarahkan untuk menjalankan fungsi khusus, antara lain:

Angkutan wisata untuk menghubungkan pusat kota dengan destinasi wisata seperti Mangrove Center, Pantai Manggar, dan kawasan unggulan lainnya.

Angkutan sekolah untuk layanan antar-jemput pelajar.

Angkutan dini hari, melayani pedagang dan distribusi barang ke pasar tradisional.

Angkutan feeder yang menghubungkan kawasan perumahan dengan halte Balikpapan City Trans (BCT/Bacitra).

Layanan logistik ringan yang mendukung kebutuhan transportasi barang harian berkapasitas kecil.

Fadli menjelaskan bahwa keberadaan angkot sebagai feeder akan dipadukan dengan sistem transportasi massal kota sehingga perpindahan moda (first-mile dan last-mile) menjadi lebih efisien.

“Konsepnya mirip seperti integrasi antarmoda di kota besar. Kami ingin menciptakan sistem yang saling terhubung, sehingga masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada kendaraan pribadi,” lanjutnya.

Belajar dari JakLingko Jakarta dan Implementasi Daerah Lain

Sebagai bagian dari penyusunan RIJT, Dishub Balikpapan juga melakukan studi banding ke Solo dan Jakarta untuk mempelajari implementasi JakLingko sistem transportasi terintegrasi yang memungkinkan pembayaran digital, pembagian pendapatan berdasarkan jarak tempuh, serta rekayasa rute yang lebih efektif.

“Kami mempelajari bagaimana pemerintah daerah memberikan subsidi dan bagaimana pola pembayaran bagi pengemudi. Tetapi tentu saja tidak semua model bisa langsung kita terapkan di Balikpapan. Perlu adaptasi sesuai karakter kota,” jelasnya.

Data Akurat Menjadi Fondasi Kebijakan Transportasi

Fadli menekankan bahwa penyelesaian RIJT sangat penting agar pemerintah memiliki data akurat mengenai kebutuhan transportasi kota, termasuk jumlah ideal bus, angkot, hingga kuota transportasi online.

Salah satu persoalan yang akan diatur berdasarkan RIJT adalah kemungkinan pembatasan jumlah transportasi daring serta evaluasi besar-besaran terhadap angkot yang tidak layak. “Jika ada unit yang tidak layak, kami tidak bisa memasukkannya ke sistem. Kelayakan tetap menjadi indikator utama,” tegasnya.

Arah Transportasi Balikpapan ke Depan

Dengan berbagai rencana dan skema baru ini, Dishub berharap transportasi di Balikpapan bergerak ke arah sistem yang:

~ lebih modern,

~ efisien,

~ terintegrasi,

~ ramah lingkungan,

~ dan mudah diakses lintas kalangan.

Persiapan RIJT juga diarahkan untuk mendukung Balikpapan sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga kebutuhan mobilitas masa depan harus disiapkan dengan matang.

“Balikpapan harus memiliki sistem transportasi yang kuat dan berkelanjutan. Dengan data yang tepat, kita bisa melangkah lebih cepat menuju kota yang lebih tertib dan terhubung,” tutup Fadli.


KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS