THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Dishub Balikpapan Targetkan Seluruh Jalan Kota Terang pada 2026
Editor Kaltimfact, 11/19/2025
Balikpapan

Balikpapan – Senin, 20 Oktober 2025.
Upaya Pemerintah Kota Balikpapan untuk membangun kota yang aman, modern, dan ramah bagi seluruh warga kembali diperkuat melalui percepatan program pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai wilayah. Program yang dikenal dengan nama “Balikpapan Terang” ini menjadi salah satu agenda prioritas Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dan dijalankan secara teknis oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar memasang lampu di sepanjang jalan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi kota cerdas (smart city) yang akan digunakan Balikpapan dalam beberapa tahun ke depan.
“Program Balikpapan Terang bukan hanya soal penerangan. Tetapi juga bagian dari pengembangan smart system di sektor transportasi dan utilitas kota. Ketika jaringan PJU selesai terpasang, sebagian anggaran akan dialihkan untuk pengembangan sistem digital dan pemeliharaan jaringan yang lebih efisien,” ujar Fadli saat ditemui di Balikpapan, Senin (20/10/2025).
Target 5.000 Titik PJU Hingga 2026
Menurut Fadli, Dishub menargetkan pemasangan sekitar 3.500 titik PJU baru hingga akhir 2025. Jumlah ini akan ditambah menjadi 5.000 titik PJU pada 2026 sehingga seluruh ruas jalan utama hingga kawasan perbatasan kota dapat tersinari dengan optimal.
Dengan pemasangan masif tersebut, pemerintah menargetkan seluruh jalur dari kilometer 5 hingga kilometer 24, termasuk kawasan permukiman, jalan lingkungan, dan wilayah perbatasan, dapat menikmati penerangan yang merata.
“Kami optimistis seluruh kawasan, dari pusat kota sampai perbatasan, akan terang benderang pada 2026. Pemasangan dilakukan bertahap dan sesuai skala prioritas,” jelasnya.
Tiga Jenis Lampu PJU Sesuai Kebutuhan Wilayah
Dalam pelaksanaannya, Dishub menggunakan tiga jenis PJU, yaitu:
Lampu Konvensional
Dipasang di jalan besar dan wilayah yang sudah memiliki jaringan listrik PLN.
PJU Tenaga Surya (TS)
Digunakan untuk wilayah yang jauh dari jaringan listrik atau area yang membutuhkan efisiensi energi jangka panjang.
Lampu Artistik
Dipasang di median jalan atau lokasi yang membutuhkan estetika kota, terutama area pusat.
Setiap lampu memiliki mekanisme penyalaan berbeda. Untuk lampu konvensional, penyalaannya harus terhubung dengan jaringan listrik sehingga memerlukan koordinasi antara Dishub dan PLN. Sedangkan PJU tenaga surya baru bisa menyala setelah seluruh panel, baterai, hingga sistem kontrol terpasang dan diuji coba.
“Kadang masyarakat melihat lampu sudah terpasang tapi belum menyala. Padahal itu bagian dari proses sinkronisasi sistem energi, bukan karena lampunya rusak,” jelasnya.
Selain pemasangan baru, sejumlah lampu lama di titik yang kurang efisien juga diganti. Beberapa ruas seperti Jalan Mukmin Faisal dan area protokol lainnya telah masuk jadwal penggantian.
Menuju Sistem Smart Lighting
Sejalan dengan tren kota cerdas, Dishub berencana menerapkan smart lighting system, yakni teknologi penerangan yang dikendalikan secara digital. Melalui sistem ini, Dishub dapat memonitor status lampu secara real time, mendeteksi lampu yang mati tanpa menunggu laporan warga, dan menghemat penggunaan energi kota.
“Sistem ini memungkinkan pengawasan otomatis. Kita bisa tahu lampu mana yang mati atau bermasalah lewat dashboard. Ini akan memangkas waktu perbaikan dan meningkatkan efisiensi energi,” ujarnya.
Penerangan Jadi Penopang Keamanan Kota
Fadli menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga faktor keselamatan. Penerangan jalan yang baik dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan potensi tindak kriminal, terutama di wilayah pinggiran dan jalan yang jarang dilalui.
“PJU yang memadai sangat penting untuk keselamatan. Banyak kecelakaan bisa dicegah hanya dengan penerangan yang optimal,” tegasnya.
Untuk mengawal pelaksanaan program, Dishub menerjunkan tim supervisi lapangan yang bertugas memastikan kualitas pekerjaan, akurasi spesifikasi teknis, serta transparansi penggunaan anggaran.
Optimisme 2026: Balikpapan Terang dan Lebih Aman
Jika semua target terpenuhi, maka pada tahun 2026 Balikpapan akan menjadi salah satu kota dengan sistem penerangan paling siap di Kalimantan Timur. Fadli menyebut, pekerjaan ini adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Balikpapan bukan hanya terang secara fisik, tetapi juga terang dalam visi pembangunan. Ini komitmen kami bersama pemerintah kota,” tutupnya.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS