THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Dishub Ingin Halte Kehutanan Perkuat Konektivitas Transportasi Publik di Balikpapan
Editor Kaltimfact, 11/19/2025
Balikpapan

Balikpapan – Kamis, 23 Oktober 2025.
Pemerintah Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan transportasi publik yang modern, nyaman, dan terintegrasi. Pada Kamis (23/10/2025), Pemkot Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) secara resmi meresmikan Halte Kehutanan, yang berlokasi strategis di Jalan Ahmad Yani, tepatnya tidak jauh dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Plaza Balikpapan—salah satu koridor tersibuk di pusat kota.
Halte ini dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. Kehadiran fasilitas umum modern ini memperkuat konsep konektivitas kota sekaligus mendukung transformasi menuju ekosistem transportasi berkelanjutan.
Fasilitas Modern yang Mendukung Mobilitas Warga
Halte Kehutanan dirancang untuk menjadi simpul integrasi berbagai moda transportasi. Selain melayani Bus Balikpapan City Trans (BCT), halte ini memungkinkan pengguna berpindah dengan mudah ke moda lain seperti angkot, transportasi daring, dan kendaraan pribadi. Konsep ini penting dalam menjawab kebutuhan mobilitas harian warga Balikpapan yang terus berkembang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menegaskan bahwa pembangunan Halte Kehutanan adalah bagian dari strategi besar kota dalam memperkuat akses first-mile dan last-mile.
“Halte Kehutanan dirancang sebagai titik temu antara layanan BCT dengan berbagai moda transportasi lainnya. Ini adalah bentuk komitmen kami menghadirkan mobilitas yang lebih mudah, aman, dan nyaman bagi seluruh warga,” jelas Fadli saat menghadiri peresmian di lokasi.
Halte ini telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung seperti area tunggu beratap, pencahayaan yang memadai, ruang tunggu ramah disabilitas, akses ramp, serta desain modern yang memberikan kenyamanan bagi pelajar, pekerja, lansia, hingga penyandang disabilitas.
Mengurangi Ketergantungan pada Kendaraan Pribadi
Fadli menambahkan bahwa integrasi antar moda transportasi adalah kunci utama dalam upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Dengan menghubungkan berbagai rute dan moda secara teratur, pemerintah berharap masyarakat semakin nyaman menggunakan transportasi publik.
“Mobilitas publik yang terintegrasi akan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan membuat aktivitas masyarakat lebih efisien. Kita ingin menghadirkan transportasi yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan,” tambahnya.
Pemerintah juga menilai bahwa keberadaan halte baru ini mendukung rencana besar kota dalam membangun sistem transportasi masa depan, di mana konektivitas dan efisiensi menjadi fokus utama.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta: Bukti Nyata Smart City
Dalam kesempatan tersebut, Fadli menegaskan bahwa pembangunan halte modern ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta melalui program CSR. Menurutnya, kolaborasi semacam ini sangat penting, apalagi ketika anggaran daerah harus dibagi untuk berbagai program prioritas lainnya.
“Ini contoh kolaborasi ideal yang mendukung visi Balikpapan sebagai smart city. Ketika pemerintah dan sektor swasta berjalan bersama, pembangunan fasilitas publik bisa dilakukan lebih cepat dan lebih terarah,” ujarnya.
Ia juga berharap model kerja sama CSR seperti ini dapat diterapkan pada pembangunan halte-halte lainnya, baik untuk revitalisasi fasilitas lama maupun pembangunan halte baru di titik-titik strategis.
“Halte Kehutanan ini bisa menjadi standar baru bagi halte-halte lain di Balikpapan. Ke depannya, kami ingin menambah fasilitas yang lebih ramah lingkungan dan inklusif,” katanya.
Menuju Kota yang Berkelanjutan dan Berorientasi Manusia
Selain aspek teknis, Dishub Balikpapan memberikan perhatian serius pada keberlanjutan fasilitas publik. Pembangunan halte modern seperti ini sejalan dengan konsep people-centered city, di mana ruang kota dibangun berdasarkan kebutuhan dan kenyamanan warga.
Fadli mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung program-program transportasi dan fasilitas publik yang tengah dicanangkan oleh pemerintah kota. Menurutnya, kolaborasi dan kedisiplinan masyarakat akan menjadi faktor utama dalam keberhasilan berbagai program transportasi modern.
“Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kita ingin menjadikan Balikpapan sebagai kota yang tumbuh bersama warganya. Kota yang memberikan ruang aman, ramah, dan nyaman bagi semua,” tutup Fadli.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS