KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Mayoritas Harga Pangan Nasional Terpantau Turun, Cabai Rawit dan Bawang Putih Alami Koreksi Tajam

kaltimfact, 05/01/2026

Nasional

Image

JAKARTA – Pergerakan harga pangan nasional pada Rabu (29/4/2026) menunjukkan tren positif bagi konsumen. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, mayoritas komoditas utama mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, memberikan angin segar bagi daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

Bumbu Dapur dan Hortikultura Pimpin Penurunan Komoditas bumbu dapur menjadi sorotan utama karena mengalami penurunan paling tajam. Bawang putih mencatatkan koreksi harga sebesar 29,56 persen, sehingga kini dibanderol di angka Rp28.000 per kg. Langkah ini diikuti oleh bawang merah yang turun 13,42 persen menjadi Rp40.000 per kg.


Di sektor cabai, perubahan harga terjadi secara variatif namun didominasi oleh tren penurunan. Cabai rawit hijau menjadi komoditas dengan penurunan terdalam, yakni mencapai 44,9 persen, membawa harganya ke level Rp27.000 per kg. Sementara itu, cabai rawit merah turun 24,36 persen menjadi Rp50.000 per kg dan cabai merah besar turun 6,74 persen menjadi Rp45.000 per kg. Sebaliknya, cabai merah keriting justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,54 persen menjadi Rp46.850 per kg.

Stabilitas Harga Beras dan Protein Hewani Bahan pangan pokok seperti beras juga terpantau stabil cenderung turun di semua lini kualitas. Beras kualitas super II mengalami penurunan 8,28 persen menjadi Rp15.500 per kg, sedangkan kualitas medium II turun 7,84 persen ke angka Rp14.700 per kg. Penurunan ini diharapkan dapat menekan beban pengeluaran rumah tangga secara signifikan mengingat beras merupakan kebutuhan primer masyarakat Indonesia.

Untuk sektor protein hewani, harga daging sapi kualitas II turun 17,77 persen menjadi Rp115.000 per kg, dan daging sapi kualitas I turun 15,48 persen menjadi Rp125.000 per kg. Daging ayam ras segar pun turut melandai sebesar 8,63 persen menjadi Rp39.000 per kg, diikuti telur ayam ras yang kini lebih murah 18,88 persen di harga Rp26.000 per kg.

Anomali pada Minyak Goreng Berbeda dengan tren mayoritas komoditas lainnya, harga minyak goreng justru menunjukkan kenaikan. Minyak goreng curah naik 2,69 persen menjadi Rp21.000 per liter. Kenaikan lebih tajam terjadi pada minyak goreng kemasan bermerek I yang naik 6,78 persen menjadi Rp22.000 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II yang melonjak 9,69 persen menjadi Rp20.500 per liter. Kenaikan harga minyak goreng ini menjadi catatan bagi pemerintah dan regulator untuk memastikan distribusi tetap lancar agar tidak terjadi gejolak harga lebih lanjut di pasar tradisional maupun ritel modern.

Secara keseluruhan, penurunan harga pada komoditas beras, daging, dan aneka cabai menjadi sinyal positif bagi stabilitas inflasi pangan nasional. Meski demikian, masyarakat dan pelaku usaha tetap dihimbau untuk memantau pergerakan harga secara berkala melalui kanal resmi guna mengantisipasi perubahan harga yang mendadak pada komoditas tertentu.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS