KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Pemprov Kaltim Kucurkan Rp288 Miliar Dana Gratispol, Gubernur Rudy Minta Kampus Refund UKT Mahasiswa

kaltimfact, 05/07/2026

Samarinda

Image

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud menunjukkan komitmen nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Melalui program unggulan bertajuk “Gratispol”, Pemprov Kaltim resmi merampungkan penyaluran bantuan biaya kuliah tahap ketiga dengan total anggaran fantastis mencapai Rp288,5 miliar.

Kabar paling krusial bagi para mahasiswa dan orang tua adalah instruksi terbaru dari Gubernur Rudy Mas’ud. Menanggapi adanya mahasiswa yang telah melakukan pembayaran UKT secara mandiri sebelum bantuan cair, Gubernur secara tegas memerintahkan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk segera menyurati 52 pimpinan perguruan tinggi (PTN dan PTS) di Kaltim.

Tujuannya adalah agar pihak kampus segera melakukan proses refund atau pengembalian dana UKT kepada mahasiswa yang berhak. Langkah ini diambil sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menjamin akuntabilitas dan memastikan beban ekonomi keluarga mahasiswa benar-benar teringan.


“Pemerintah harus benar-benar hadir untuk masa depan anak-anak kita. Saya minta proses penyaluran dan pengembalian dana ini dipercepat agar dampaknya segera dirasakan,” tegas Gubernur Rudy di Samarinda. Jangkauan Luas ke Puluhan Kampus Program Gratispol ini bukan sekadar bantuan kecil. Hingga saat ini, manfaatnya telah menjangkau 63.603 mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai wilayah Bumi Etam.


Tercatat ada 7 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 45 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang masuk dalam skema distribusi anggaran ini. Berdasarkan data penyaluran Tahap III, berikut adalah beberapa perguruan tinggi dengan

alokasi penerima manfaat terbesar:

Universitas Mulawarman (Unmul) : Rp61,1 miliar untuk 12.938 mahasiswa.

Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) : Rp39 miliar untuk 7.713 mahasiswa.

Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) : Rp13,9 miliar untuk 3.655 mahasiswa.

Institut Teknologi Kalimantan (ITK) : Rp12,4 miliar untuk 3.572 mahasiswa.

Poltekkes Kemenkes Kaltim : Rp10,8 miliar untuk 2.014 mahasiswa.

Sementara itu, untuk wilayah yang lebih jauh seperti Kutai Barat, Politeknik Sendawar tercatat menerima alokasi sebesar Rp201 juta yang diperuntukkan bagi 57 mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa program ini menyentuh hingga ke pelosok daerah di Kalimantan Timur.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS