THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Penertiban Parkir Liar di MT Haryono, Dishub Perketat Kawasan KTL sebagai Bagian dari Pilot Project B-Connect
Editor Kaltimfact, 11/20/2025
Balikpapan

Dinas Perhubungan Kota Balikpapan melaksanakan penertiban parkir liar di sepanjang Jalan MT. Haryono, khususnya pada koridor mulai dari Simpang Beller hingga Simpang Roti Tiam, pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pilot Project B-Connect (Balikpapan Connectivity) yang menjadi langkah awal pembentukan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Penerapan KTL ini ditujukan untuk meningkatkan ketertiban, kelancaran, serta efisiensi penggunaan ruang jalan di salah satu jalur tersibuk di Kota Balikpapan.
Tahap awal pelaksanaan penertiban dilakukan melalui kegiatan sosialisasi selama 30 hari, sebelum sanksi tegas diberlakukan. Dalam masa sosialisasi tersebut, kendaraan yang melanggar aturan parkir akan ditempeli stiker peringatan sebagai bentuk edukasi dan pengingat bahwa jalur tersebut termasuk kawasan yang memiliki aturan parkir ketat. Sosialisasi ini menjadi bagian penting agar masyarakat dapat memahami perubahan aturan dan menyesuaikan perilakunya secara bertahap.
Penertiban parkir liar di Jalan MT. Haryono dilakukan karena area tersebut sering menghadapi hambatan lalu lintas akibat kendaraan yang berhenti atau parkir tidak pada tempatnya. Parkir di bahu jalan maupun trotoar menyebabkan penyempitan lajur dan mengganggu kelancaran arus kendaraan, terutama pada jam sibuk. Oleh karena itu, melalui penerapan B-Connect, Dishub ingin memastikan bahwa pengaturan parkir di kawasan tersebut dapat berjalan efektif dan mendukung mobilitas masyarakat.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan aturan baru, Dishub Balikpapan telah menyiapkan dua lokasi kantong parkir alternatif, yaitu:

Area parkir di Citra City, yang dapat digunakan oleh pengunjung dan masyarakat sekitar.
Lahan kosong di samping Bank CIMB MT. Haryono, yang sedang dalam proses kesepakatan pemanfaatan sebagai area parkir tambahan.
Dengan tersedianya kantong parkir tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi memarkirkan kendaraan di badan jalan. Alternatif parkir ini menjadi solusi untuk menghindari kepadatan di ruas MT. Haryono serta membantu menciptakan lingkungan jalan yang lebih tertib.
Dishub juga menegaskan bahwa kawasan yang telah dipasangi rambu-rambu waktu parkir akan dikenakan tindakan lebih tegas apabila masih ditemukan pelanggaran setelah masa sosialisasi berakhir. Tindakan tegas tersebut berupa penggembosan ban atau penderekan kendaraan, sesuai ketentuan yang berlaku. Penegakan aturan ini dilakukan untuk memberikan efek jera serta memastikan bahwa aturan parkir berjalan konsisten.
Pengawasan di kawasan ini akan diperketat pada akhir pekan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Hal ini dilakukan karena volume kendaraan biasanya meningkat pada akhir pekan, terutama akibat aktivitas masyarakat yang lebih tinggi di pusat kuliner, pertokoan, serta area perkantoran yang masih beroperasi. Dengan pengawasan yang lebih intensif, Dishub berharap dapat mencegah potensi kemacetan sekaligus menekan terjadinya pelanggaran parkir.

Penertiban yang dilakukan juga sejalan dengan tujuan utama B-Connect untuk mengoptimalkan manajemen lalu lintas di kota melalui pendekatan berbasis teknologi dan tata kelola yang lebih terintegrasi. Kawasan Tertib Lalu Lintas menjadi salah satu implementasi nyata dari program tersebut, di mana pengawasan dan pengaturan ulang lalu lintas dilakukan secara lebih sistematis.
Dishub Balikpapan mengimbau masyarakat agar memahami perubahan aturan ini dan mengikuti seluruh rambu yang terpasang di kawasan KTL. Ketaatan warga terhadap aturan parkir sangat berpengaruh terhadap kelancaran arus kendaraan. Dengan mematuhi ketentuan yang ada, masyarakat ikut berperan dalam menciptakan lingkungan berkendara yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Melalui penertiban yang dilakukan di Jalan MT. Haryono, Dishub Balikpapan berharap terwujudnya budaya berkendara yang lebih disiplin. Penerapan KTL secara bertahap juga menjadi bagian strategi jangka panjang untuk membangun sistem transportasi yang lebih efektif, yang nantinya didukung penuh oleh unsur B-Connect. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih baik di Balikpapan dapat berjalan lancar.
(Informasi bersumber dari unggahan resmi Dishub Balikpapan.)
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS