THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Transportasi Cerdas: Dishub Balikpapan Tingkatkan Jaringan 200 Mbps dan CCTV AI
Editor Kaltimfact, 11/20/2025
Balikpapan

Balikpapan — Minggu, 28 September 2025.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mempercepat transformasi digital di sektor transportasi. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem mobilitas kota yang jauh lebih modern, responsif, dan terintegrasi dengan berbagai perangkat layanan publik.
Setelah melakukan evaluasi selama tiga bulan terakhir, Dishub Balikpapan menilai bahwa kapasitas jaringan internet yang digunakan saat ini masih belum mampu mengakomodasi kebutuhan manajemen lalu lintas secara optimal. Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam upaya penguatan sistem digital yang semakin dibutuhkan, terutama mengingat jumlah kamera pemantau dan sistem informasi lalu lintas yang terus bertambah setiap tahun.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menyampaikan bahwa saat ini Dishub hanya memiliki kapasitas jaringan sekitar 50 Mbps, angka yang dinilai jauh dari standar kebutuhan teknis pengawasan lalu lintas berbasis digital.
“Untuk menjalankan sistem transportasi pintar, kapasitas 50 Mbps tidak cukup. Oleh karena itu, tahun ini kami menaikkan kapasitasnya menjadi 200 Mbps, sesuai analisis kebutuhan tim teknis,” ujar Fadli dalam keterangannya di Balikpapan, Minggu (28/9/2025).
Ditingkatkan Melalui APBD Perubahan 2025
Fadli menjelaskan bahwa peningkatan jaringan ini telah dimasukkan dalam penganggaran APBD Perubahan 2025, mencakup peningkatan bandwidth, pembaruan perangkat lunak, sistem pendukung, hingga integrasi jaringan dengan perangkat Closed Circuit Television (CCTV) baru.
“Kapasitas jaringan ini akan memacu akselerasi sistem transportasi cerdas di Balikpapan. Semua komponen, mulai dari software, bandwidth, hingga perangkat pemantauan, disiapkan agar data dapat disajikan real time,” jelasnya.
Peningkatan jaringan juga berkaitan dengan kebutuhan pemrosesan data dalam jumlah besar, terutama ketika Dishub mulai mengoperasikan perangkat berbasis kecerdasan buatan yang membutuhkan koneksi stabil dan kecepatan tinggi.
Penambahan 72–115 CCTV Berteknologi AI
Sebagai bagian dari program transformasi digital, Dishub juga menyiapkan pengadaan 72 hingga 115 unit CCTV baru yang akan dipasang di berbagai kawasan padat kendaraan. Seluruh CCTV tersebut telah menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan kemampuan analisis lebih lanjut.
Beberapa perangkat nantinya dapat berputar 360 derajat (PTZ), membaca nomor polisi kendaraan, hingga mengidentifikasi kapasitas kendaraan sampai 7 seater. Kemampuan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemantauan di lapangan secara signifikan.
“CCTV ini tidak hanya merekam, tetapi juga membaca situasi. Sistem AI-nya mampu mengenali jenis kendaraan dan memperkuat monitoring yang selama ini masih dilakukan secara manual,” ujar Fadli.
Dukung Penegakan Hukum Digital
Fadli menegaskan bahwa sistem CCTV berbasis AI ini juga nantinya dapat mendukung penuh Polresta Balikpapan dalam penerapan e-tilang. Dishub akan memmirroring data visual kepada Satlantas, sehingga penindakan dapat dilakukan secara transparan dan akurat.
Dengan integrasi tersebut, pelanggaran lalu lintas seperti parkir liar, penggunaan jalur tidak semestinya, atau pelanggaran batas kecepatan dapat terekam dan direspons dengan cepat. “Dengan dukungan anggaran sekitar Rp 20 miliar, kami ingin sistem ini berjalan modern dan terintegrasi dalam waktu dekat,” tegas Fadli.
Dishub Susun Kajian Kebutuhan Transportasi Digital
Dalam langkah yang lebih komprehensif, Fadli juga telah meminta Bidang Angkutan Dishub untuk menyusun kajian kebutuhan transportasi secara detail. Kajian tersebut bertujuan memastikan Dishub mengetahui dengan tepat kebutuhan jaringan digital, jumlah kamera ideal, sebaran titik pengawasan, hingga integrasi data transportasi dengan OPD lain.
Kajian ini juga akan menjadi landasan Dishub dalam mempercepat sistem transportasi digital yang lebih menyeluruh, termasuk pengembangan pusat kendali lalu lintas atau Traffic Management Center (TMC) yang memiliki kemampuan lebih besar.
Menuju Sistem Transportasi Modern dan Aman
Pemerintah Kota Balikpapan optimistis bahwa peningkatan sarana digital seperti internet cepat, jaringan CCTV canggih, serta integrasi data lintas instansi akan berdampak langsung pada peningkatan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas.
“Dengan penguatan jaringan dan teknologi AI, Balikpapan diharapkan mampu mencapai standar sistem transportasi cerdas yang efisien, aman, dan lebih mudah dikendalikan,” tutup Fadli.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS