KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Andry Hakim Sulap Rp78 Juta Jadi Rp684 Juta Lewat Saham WBSA

kaltimfact, 05/05/2026

Nasional

Image

Sebelum membedah fenomena profit fantastis ini, publik perlu mengenal sosok di balik layar. Andry Hakim bukan sekadar investor ritel biasa. Pria berusia 36 tahun ini adalah seorang investor individu sekaligus influencer pasar modal yang dikenal memiliki insting tajam dalam memilih saham-saham "undervalued" atau calon multibagger.

Putra dari pengusaha Rachman Hakim ini memiliki rekam jejak panjang di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namanya sering muncul di keterbukaan informasi sebagai pemegang saham di atas 5% pada berbagai emiten, seperti CBRE, RMKO, hingga SOTS. Dengan latar belakang pendidikan S2 dari Amerika Serikat, Andry dikenal dengan gaya investasinya yang berani namun tetap terukur, menjadikannya salah satu sosok yang paling diikuti oleh para trader dan investor muda di Indonesia.




Dunia pasar modal kembali dihebohkan dengan tangkapan layar portofolio milik investor kenamaan, Andry Hakim. Dalam unggahan terbarunya, Andry memamerkan keuntungan luar biasa dari emiten pendatang baru di tahun 2026, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Tidak tanggung-tanggung, nilai investasinya melesat hingga ratusan persen dalam waktu singkat.

Berdasarkan bukti foto yang diunggah, Andry Hakim memiliki posisi pada saham WBSA dengan detail sebagai berikut: Harga Rata-rata (Avg) : Rp168 (tepat pada harga IPO). Harga Saat Ini : Rp1.460 per lembar. Jumlah Kepemilikan : 4.687 Lot. Total Nilai Market : Rp684.302.000. Profit Persentase : +769,05%. Total Keuntungan Bersih (Floating Profit) : Rp605.560.400.

Dengan modal awal hanya sekitar Rp78,7 juta, Andry berhasil melipatgandakan asetnya menjadi lebih dari setengah miliar rupiah. "Merubah 78 juta menjadi 684 juta. Enaknya beli mobil apa ya?" tulisnya dalam keterangan foto tersebut, yang langsung memicu reaksi riuh dari para pengikutnya.

Berdasarkan data pasar per 5 Mei 2026, saham WBSA memang menjadi primadona baru di sektor transportasi dan logistik. Emiten ini pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026 dengan harga penawaran perdana (IPO) Rp168 per saham.

Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, WBSA terus mencatatkan kenaikan signifikan hingga menyentuh level Rp1.460. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif industri logistik nasional dan kinerja fundamental perusahaan yang solid pasca-IPO. Andry Hakim, yang nampaknya sudah masuk sejak periode perdana, berhasil memanfaatkan momentum bullish ini dengan strategi hold yang sangat disiplin.

Kesuksesan Andry di saham WBSA bukanlah fenomena tunggal. Belum lama ini, ia juga tercatat menambah kepemilikannya di saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) hingga lebih dari 5%. Konsistensi Andry dalam mencetak profit ratusan persen (multibagger) menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap momentum IPO dan fundamental sektor adalah kunci utama.


KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS