THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Fakta Baru Kasus Mangga Berdarah di Bontang: Hasil Reka Adegan Bantah Isu Penganiayaan
kaltimfact, 05/11/2026
Bontang

Sebuah insiden yang bermula dari dugaan pencurian mangga di Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7, RT 32, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, berujung pada kericuhan massa dan duka mendalam. Kasus ini sempat viral di media sosial setelah beredar rekaman CCTV yang memperlihatkan suasana mencekam saat sekelompok warga mendatangi rumah pemilik pohon mangga.
Peristiwa bermula pada Selasa dini hari (5/5/2026) sekitar pukul 03.20 WITA. Seorang pria berinisial RI (34) bersama rekannya berinisial M, diduga sedang berusaha mengambil buah mangga milik warga. Namun, aksi mereka dipergoki oleh warga sekitar.
Dalam kondisi panik karena diteriaki "maling", RI mencoba melompat dari pohon mangga untuk melarikan diri. Malang tak dapat ditolak, tumpuan kakinya tidak kokoh yang menyebabkan ia terjatuh ke belakang. Kepala bagian belakang RI menghantam fondasi beton runcing di pinggir parit. Benturan keras tersebut membuatnya tergeletak tak berdaya di area gelap dekat lokasi kejadian.
Bukan Penganiayaan, Justru Dievakuasi Warga Menanggapi rumor panas yang beredar di masyarakat mengenai adanya tindakan main hakim sendiri, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan investigasi. Melalui reka adegan yang dipimpin oleh Ipda Markus dari Polres Bontang, terungkap fakta yang berbanding terbalik dengan isu tersebut.
"Hasil reka adegan menunjukkan tidak ada praktik pemukulan terhadap korban RI. Justru saat ditemukan dalam kondisi mengorok, warga bersama aparat keamanan yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke RS Amalia menggunakan kendaraan pribadi warga," jelas pihak kepolisian. Sayangnya, setelah sempat mendapatkan perawatan medis, nyawa RI tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026).

Kericuhan dan Aksi Balas Dendam Keluarga Kematian RI menyulut api kemarahan bagi pihak keluarga. Ketidakpercayaan atas kronologi jatuhnya RI memicu aksi massa. Pada Sabtu (9/5/2026), rekaman CCTV menunjukkan keributan hebat di Jalan KS Tubun. Keluarga pelaku yang tidak terima mendatangi dan merusak rumah pemilik pohon mangga.
massa yang tersulut emosi melakukan pengrusakan fisik pada bangunan, dan pohon mangga yang menjadi lokasi kejadian pun tak luput dari sasaran kemarahan untuk ditebang. Kondisi ini membuat situasi di Gang Bersama 7 sempat mencekam sebelum akhirnya diredam oleh pihak kepolisian.
Saling Lapor dan Proses Hukum Berlanjut Kini, kasus ini memasuki babak baru dengan adanya aksi saling lapor. Pihak keluarga RI melaporkan pemilik rumah atas dugaan penganiayaan (meski kini terbantahkan oleh reka adegan), sementara pemilik rumah juga melaporkan aksi pengrusakan dan penyerangan yang dilakukan oleh massa ke rumah mereka.
Pihak Polres Bontang menegaskan akan tetap mendalami kasus ini secara transparan. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak," tutup Ipda Markus.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya verifikasi fakta di tengah panasnya situasi sosial, agar tindakan anarkis yang merugikan banyak pihak tidak kembali terulang.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS