THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Menteri PU Dody Hanggodo Panggil Pulang 2 ASN di Luar Negeri
Dimas Samosir, 05/15/2026
Nasional

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, yang mendadak memanggil pulang dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan instansi kementeriannya yang tengah menempuh tugas belajar di luar negeri.
Keputusan drastis dan mendadak ini terpaksa diambil oleh pimpinan tertinggi kementerian setelah kedua abdi negara tersebut diduga kuat terjerat rentetan pelanggaran sangat berat, mulai dari pelanggaran kode etik profesi, aksi pamer di media sosial, hingga keterlibatan nyata dalam kasus dugaan tindak pidana suap.
Update informasi terbaru mengenai penanganan perkara ini menegaskan bahwa pihak Kementerian PU sama sekali tidak akan memberikan toleransi, dispensasi, atau ruang kompromi sedikit pun bagi oknum yang mencederai amanat reformasi birokrasi negara.
Proses penegakan disiplin dan penegakan hukum kini dipastikan telah berjalan secara paralel di dua lini yang berbeda. Untuk skandal dugaan suap, proses hukumnya diserahkan penuh kepada Aparatur Penegak Hukum (APH), sementara indikasi pelanggaran etik murni diproses secara intensif oleh internal kementerian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo saat melakukan agenda kunjungan kerja di Wonosobo, Jawa Tengah, pada hari Jumat, 15 Mei 2026, kedua ASN yang bermasalah tersebut diketahui tengah menempuh pendidikan tinggi melalui fasilitas beasiswa penuh dari uang negara di dua negara maju yang berbeda, yakni Jepang dan Inggris (London).
Skandal pertama melibatkan seorang oknum ASN kementerian yang sedang belajar di negara Jepang. Oknum tersebut diduga kuat tersangkut dalam pusaran kasus dugaan suap proyek yang cukup serius. Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa ASN yang bersangkutan bahkan sudah resmi dipanggil dan langsung menjalani rangkaian pemeriksaan ketat oleh pihak APH setempat. Dalam hal ini, Kementerian PU menegaskan posisi lembaga yang hanya bertindak sebagai fasilitator resmi untuk menjembatani proses pemanggilan dan penegakan hukum agar tetap berjalan kooperatif serta objektif tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.
Sementara itu, skandal kedua menyasar seorang oknum ASN yang sedang menempuh studi di kota London, Inggris. Berbeda dengan kasus pertama, oknum di London ini dipanggil pulang akibat rentetan pelanggaran etik yang memicu kegaduhan besar di ruang publik virtual. ASN tersebut dilaporkan kerap melakukan aksi pamer kekayaan atau flexing di akun media sosial pribadinya. Tidak hanya itu, tindakan yang dinilai paling fatal dan memicu kemarahan publik adalah yang bersangkutan secara terang-terangan melontarkan kalimat hinaan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang notabene merupakan program prioritas nasional yang sedang gencar disosialisasikan oleh pemerintah pusat saat ini.
Hingga menjelang akhir pekan ini, ASN dari London tersebut dilaporkan sedang berada dalam proses perjalanan udara untuk pemulangan kembali ke Tanah Air. Menteri Dody memperkirakan oknum tersebut akan tiba di Indonesia pada akhir pekan ini dan dijadwalkan langsung menjalani pemeriksaan maraton oleh tim penyidik internal BPSDM pada hari Senin mendatang guna menentukan nasib serta sanksi kedisplinannya secara objektif.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS